MAKASSAR — Pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat kontribusi alumni dalam pembangunan daerah, khususnya di kawasan Luwu Raya.
Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Sulawesi Selatan, Ir Hasbi Syamsu Ali, menegaskan bahwa organisasi alumni memiliki posisi strategis untuk mendorong akselerasi pengembangan wilayah yang selama ini kaya potensi, namun belum sepenuhnya tergarap optimal.
Menurutnya, Luwu Raya menyimpan kekuatan besar di berbagai sektor, mulai dari pertanian, perkebunan, hingga perikanan dan agro-maritim. Potensi tersebut ditopang oleh bentang alam yang luas serta garis pantai yang membentang di kawasan Teluk Bone.
“Jumlah alumni Unhas dari Luwu Raya cukup besar dan tersebar di berbagai sektor. Ini adalah modal sosial yang sangat kuat untuk mendorong percepatan pembangunan daerah,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Ia juga menyoroti posisi Ketua Umum IKA Unhas saat ini, Andi Amran Sulaiman, yang dinilai memiliki keterkaitan langsung dengan sektor-sektor unggulan di Luwu Raya. Kondisi tersebut, kata Hasbi, membuka peluang sinergi antara kebijakan nasional dan kebutuhan pembangunan daerah.
Hasbi berharap capaian di sektor pertanian yang selama ini dicatat di tingkat nasional dapat memberi efek nyata bagi daerah, termasuk Luwu Raya sebagai salah satu kawasan potensial penghasil komoditas unggulan.
“Jika kebijakan pertanian nasional terus menunjukkan hasil positif, tentu daerah seperti Luwu Raya diharapkan bisa ikut merasakan dampaknya, terutama dalam penguatan ekonomi berbasis kerakyatan,” katanya.
Namun demikian, ia mengingatkan agar pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada sektor ekstraktif.
Menurut Hasbi, sejumlah wilayah tambang di Indonesia menunjukkan pertumbuhan ekonomi tinggi, tetapi belum sepenuhnya berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan masyarakat.
Ia menilai kondisi tersebut terjadi akibat kurang optimalnya pengembangan sektor non-tambang sebagai penopang ekonomi daerah.
“Pertumbuhan dari sektor tambang sering kali tidak diikuti pemerataan kesejahteraan. Karena itu, sektor seperti pertanian, perkebunan, dan perikanan harus diperkuat agar ekonomi daerah lebih berkelanjutan,” jelasnya.
Dalam konteks itulah, Hasbi menekankan pentingnya peran IKA Unhas sebagai wadah intelektual dan jaringan profesional untuk mendorong keseimbangan pembangunan di Luwu Raya.
Ia berharap Mubes IKA Unhas tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, tetapi juga mampu melahirkan gagasan strategis yang berdampak langsung bagi pengembangan wilayah, terutama dalam memperkuat sektor non-tambang sebagai fondasi ekonomi jangka panjang. (*)


























