MAKASSAR – Jemaah haji kloter pertama embarkasi Makassar akan tiba malam ini pukul 22.15 WITA, dengan jemaah berjumlah 392 asal kota Makassar.
Kesiapan pun mulai dilakukan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) embarkasi UPG Makassar dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) guna mematangkan persiapan menyambut kedatangan jemaah haji dari Tanah Suci secara bertahap mulai 11 Juni sampai 10 Juli 2025.
Rakor ini dihadiri seluruh jajaran PPIH dan unsur terkait, seperti Keamanan dari Polda Sulsel, Imigrasi, KKP Kesehatan, Bea Cukai, Angkasa Pura, Garuda Indonesia, Gapura Angkasa, Damri, Otoritas Bandara, UPT Asrama Haji Makassar, dan penyedia layanan Katering serta P3IH.
Ketua PPIH embarkasi Makassar, H. Ali Yafid dalam arahannya mengingatkan agar seluruh petugas bekerja secara maksimal sesuai SOP dan tupoksi masing – masing, tanpa mengabaikan protokol kesehatan.
“Tentu kita turut bergembira dengan kepulangan jemaah haji dari Tanah Suci. Untuk itu tolong layani jemaah kita dengan baik sesuai SOP dan tupoksi masing – masing dengan tetap meningkatkan kewaspadaan,” ucap Ali Yafid di Aula Arafah Asramah Haji Sudiang Makassar, Rabu (11/6/2025) sore.
Kewaspadaan perlu ditingkatkan, lanjut Ali Yafid, karena jemaah haji yang baru saja tiba dari Tanah Suci dikwatirkan membawa virus penyakit tertentu, khususnya penyakit yang berpotensi menular.
“Makanya kami imbau dan mewanti-wanti agar seluruh petugas memperhatikan protolol kesehatan dengan menggunakam masker. Ini wajib bagi petugas dan juga pengunjung yang masuk di aula Arafah,” katanya.
“Untuk jemaah lansia tolong tempatnya disterilkan, dan para petugas dilarang kontak serta berinteraksi dengan mereka, kecuali petugas lansia dan disabilitas,” imbuhnya.
Ditambahkan, bahwa prosesi penerimaan dan penyerahan jemaah dari PPIH embakasi Makassar kepada PPIH Daerah di aula Arafah Asrama Haji Makassar tidak boleh lebih dari 30 menit.
“Serah terima jemaah diupayakan sesingkat mungkin. Tidak lebih dari 30 menit dan yang sambutan cukup 2 pejabat berwenang,” pungkasnya.
Diketahui, pemulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air akan dimulai pada 11 Juni 2025. Setelah menyelesaikan puncak prosesi ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), seluruh jemaah kini bersiap memasuki fase akhir ibadah dan proses kepulangan.
“Alhamdulillah, fase puncak haji telah selesai. Seluruh jemaah Indonesia telah kembali ke hotel masing-masing di Makkah dalam keadaan selamat. Kami kini bersiap untuk proses pemulangan yang akan dimulai besok, 11 Juni,” ujar Wakil Pengendali Teknis Bidang Media Center Haji (MCH) PPIH Arab Saudi Akhmad Fauzin, dalam konferensi pers di Makkah, Selasa (10/6/2025).
Fauzin mengimbau jemaah untuk menjaga kondisi fisik agar tetap prima menjelang pemulangan, termasuk saat melaksanakan Thawaf Wada sebagai penutup ibadah di Tanah Suci.
Tercatat Tujuh kloter yang pulang ke tanah air pada 11 Juni 2025. Mereka adalah jemaah gelombang I yang sudah tiba di Madinah pada awal Mei 2025. Tujuh kloter tersebut adalah :
1. Kloter 01 Embarkasi Ujung Pandang (UPG 01). 2. Kloter 01 Embarkasi Lombok (LOP 01). 3. Kloter 01 Embarkasi Pondok Gede Jakarta (JKG 01). 4. Kloter 02 Embarkasi Ujung Pandang (UPG 02). 5. Kloter 01 Embarkasi Surabaya (SUB 01). 6. Kloter 02 Embarkasi Surabaya (SUB 02). 7. Kloter 01 Embarkasi Jakarta (JKS 01).
“Laksanakan thawaf wada dengan tenang dan khusyuk, serta sesuaikan dengan kondisi fisik dan cuaca yang cukup panas,” pesan Fauzin yang juga menjabat sebagai Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (Biro HKP) Kementerian Agama (Kemenag).
Fauzin juga menyampaikan beberapa informasi penting terkait fase akhir ibadah dan pemulangan jemaah. Pertama, ia menyebut bahwa mulai hari ini, layanan bus Shalawat kembali beroperasi untuk mendukung mobilitas jemaah dari hotel ke Masjidil Haram dan sebaliknya.
“Gunakan layanan ini sesuai jadwal, dengan tertib, dan tetap jaga stamina,” imbaunya.
Kedua, Fauzin mengungkapkan bahwa jelang pemulangan, PPIH Arab Saudi bekerja sama dengan maskapai akan melaksanakan proses penimbangan barang bawaan secara bertahap. Jemaah diminta memperhatikan batas maksimal berat barang dan ketentuan maskapai penerbangan.
“Jangan membawa barang yang dilarang, dan pastikan barang berharga disimpan dengan aman. Koper diberi tanda pengenal yang jelas agar memudahkan proses pengambilan di Tanah Air,” jelas Fauzin.
Ketiga, Fauzin mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban dan kenyamanan di pemondokan, terutama larangan merokok di dalam kamar atau ruang tertutup.
“Sistem keamanan hotel di Arab Saudi sangat sensitif terhadap asap rokok. Mari saling menjaga dan menciptakan suasana aman dan nyaman bagi seluruh jemaah,” tegasnya.
Di akhir keterangan, Fauzin menyampaikan apresiasi kepada jemaah atas kedisiplinan selama prosesi haji, serta berharap seluruh proses kepulangan berjalan lancar.
“Semoga seluruh jemaah kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat wal afiat, dan membawa pulang predikat haji yang mabrur. Haji Indonesia, aman, nyaman, mabrur sepanjang umur,” pungkasnya. (**)





















