KOLAKA — Memasuki musim penghujan dengan risiko meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), PT Vale Indonesia Tbk melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa menggencarkan edukasi kesehatan kepada masyarakat di wilayah pemberdayaan perusahaan.
Berkolaborasi dengan Puskesmas Baula, PT Vale menggelar kegiatan Promosi Kesehatan (Prokes) bertema Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Kantor Desa Pewutaa, Kecamatan Baula, Sabtu (9/5/2026).
Kegiatan tersebut difokuskan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah pencegahan penyebaran DBD di tengah intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa pekan terakhir.
Sr. Occupational Health & Industrial Hygiene Analyst PT IGP Pomalaa, dr. Aditya Hafria Vanani, mengatakan edukasi kesehatan itu menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memperhatikan kondisi masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Menurutnya, cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi berpotensi memicu berkembangnya nyamuk penyebab DBD jika tidak diantisipasi sejak dini.
“Kenapa kami mengangkat tema PHBS bukan berarti masyarakat Desa Pewutaa tidak bersih, tetapi karena kita melihat dalam beberapa waktu terakhir hujan terus terjadi dan risiko peningkatan DBD juga semakin tinggi,” ujar dr. Aditya.
Ia menjelaskan, penyebaran DBD perlu menjadi perhatian bersama karena penyakit tersebut dapat dengan cepat menular di lingkungan keluarga maupun permukiman warga.
Karena itu, PT Vale mendorong masyarakat untuk mulai membangun kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan, tidak hanya mengandalkan pemerintah maupun perusahaan.
“PHBS ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan perusahaan, tetapi juga tanggung jawab masyarakat,” katanya.
Aditya berharap warga yang mengikuti kegiatan tersebut dapat meneruskan edukasi yang diperoleh kepada keluarga dan lingkungan sekitar agar upaya pencegahan DBD semakin meluas.
Saat ini, program promosi kesehatan PT Vale masih difokuskan di Kecamatan Pomalaa dan Baula agar seluruh desa dan kelurahan di dua wilayah tersebut dapat terjangkau. Sementara untuk Kecamatan Wundulako dan Tanggetada, program serupa direncanakan akan dilaksanakan pada tahap berikutnya.
Kepala Desa Pewutaa, Saniasa, menyambut positif kegiatan edukasi kesehatan tersebut. Ia menilai program itu memberi manfaat besar bagi masyarakat dalam memahami pola hidup sehat dan langkah pencegahan DBD.
“Kami sangat mengapresiasi program ini dan ini merupakan kegiatan pertama yang dilakukan PT Vale di desa kami. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Camat Baula, Syahrial Darmawan. Ia mengungkapkan bahwa saat ini sudah terdapat laporan warga di Kecamatan Baula yang terjangkit DBD sehingga langkah pencegahan dinilai sangat penting dilakukan.
“Ini sangat penting bagi masyarakat kami. Pencegahan harus dimulai dari menjaga kebersihan lingkungan, menutup tempat penampungan air, dan membersihkan barang-barang yang bisa menjadi sarang nyamuk,” kata Syahrial saat membuka kegiatan.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Baula, Sukmawati, menjelaskan bahwa PHBS merupakan perilaku sehat yang dilakukan atas dasar kesadaran untuk menciptakan lingkungan sehat secara mandiri.
Menurutnya, penerapan PHBS dapat dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga ruang-ruang publik.
“Tujuan PHBS adalah meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat agar hidup bersih dan sehat serta ikut berperan aktif dalam meningkatkan derajat kesehatan lingkungan,” jelas Sukmawati. (*)
























