Berita

RSUD Haji Makassar Implementasikan Pelaporan Stunting Berbasis Digital

Tim Redaksi
×

RSUD Haji Makassar Implementasikan Pelaporan Stunting Berbasis Digital

Sebarkan artikel ini
RSUD Haji Makassar resmi mulai mengimplementasikan sistem pelaporan stunting berbasis digital melalui Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS).
RSUD Haji Makassar resmi mulai mengimplementasikan sistem pelaporan stunting berbasis digital melalui Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS).

MAKASSAR – RSUD Haji Makassar resmi mulai mengimplementasikan sistem pelaporan stunting berbasis digital melalui Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS).

Inovasi ini merupakan tindak lanjut dari bimbingan teknis tahap pertama Manajemen Peduli Stunting menuju Indonesia Emas (Mustika Gen-Emas).

Kegiatan implementasi digelar di Ruang Rapat Lantai 3 RSUD Haji Makassar, Senin (15/9), dan dibuka oleh Direktur RSUD Haji Makassar, Dr. dr. Evi Mustikawati Arifin, Sp.KK., M.Kes..

Hadir pula perwakilan IT serta tim SIMRS, bersama sejumlah rumah sakit lingkup Pemprov Sulsel seperti RSUD Labuang Baji, RSKD Dadi Makassar, RSUD Sayang Rakyat, RSKIA Fatimah, RSKIA Pertiwi, dan RSUD La Mappapenning.

Evi menegaskan, penerapan sistem digital ini menjadi langkah strategis mendukung program Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi dalam aksi stop stunting.

Melalui SIMRS, pencatatan dan pelaporan kasus stunting diharapkan lebih akurat, cepat, dan terintegrasi.

“Pelaporan yang tepat waktu dan valid akan membantu pemerintah daerah dalam memantau perkembangan kasus stunting, mengevaluasi intervensi gizi, serta merancang program pencegahan yang lebih efektif,” ujar Evi.

Ia menambahkan, penguatan sistem digital ini juga sejalan dengan agenda transformasi layanan kesehatan di Sulawesi Selatan.

Data yang lebih akurat akan menjadi landasan dalam pengambilan keputusan dan perumusan kebijakan kesehatan yang tepat sasaran.

“Kami mengajak seluruh tenaga kesehatan, staf administrasi, dan pihak terkait di rumah sakit Pemprov Sulsel untuk berperan aktif demi terwujudnya generasi sehat, cerdas, dan produktif di masa depan,” imbuhnya.

Melalui kolaborasi lintas rumah sakit dan komitmen bersama, Pemprov Sulsel optimis dapat mempercepat penurunan angka stunting sekaligus menyiapkan lahirnya Generasi Emas Indonesia 2045. (*)