Berita

Mahasiswa FKM Unhas Latih Warga Desa Boddie Olah Rumput Laut Jadi Mie dan Kerupuk Bernilai Ekonomi

Tim Redaksi
×

Mahasiswa FKM Unhas Latih Warga Desa Boddie Olah Rumput Laut Jadi Mie dan Kerupuk Bernilai Ekonomi

Sebarkan artikel ini
PPK Ormawa FORMA Kesmas FKM Unhas Kembangkan Mie dan Kerupuk Rumput Laut di Desa Boddie
PPK Ormawa FORMA Kesmas FKM Unhas Kembangkan Mie dan Kerupuk Rumput Laut di Desa Boddie

PANGKEP – Inovasi mahasiswa Universitas Hasanuddin kembali hadir di tengah masyarakat pesisir.

Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) dari Forum Mahasiswa Kesehatan Masyarakat (FORMA Kesmas) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unhas menggelar pelatihan pengolahan mie dan kerupuk berbahan dasar rumput laut di Desa Boddie, Kecamatan Mandalle, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Selasa (7/10).

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program pemberdayaan yang berfokus pada transformasi potensi lokal menjadi produk unggulan desa.

Melalui pendekatan partisipatif, mahasiswa berupaya meningkatkan nilai tambah rumput laut yang selama ini hanya dijual sebagai bahan mentah, agar menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.

“Kami ingin menjadikan rumput laut bukan hanya komoditas mentah, tetapi juga produk olahan bernilai ekonomi tinggi yang mampu menopang perekonomian masyarakat Desa Boddie,” ujar Ketua Tim PPK Ormawa FORMA Kesmas FKM Unhas.

Dukungan Unhas untuk MBKM Saintek Berdampak

Program ini mendapat dukungan penuh dari Universitas Hasanuddin, yang terus mendorong pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) berbasis pemberdayaan masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan juga sejalan dengan arah kebijakan MBKM Saintek Berdampak, yaitu penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menjawab tantangan nyata di lapangan, serta mendukung program Presiden Prabowo Subianto untuk membangun kemandirian pangan nasional dan inovasi desa berbasis sains.

Selain memberi manfaat langsung bagi masyarakat, kegiatan PPK Ormawa FORMA Kesmas juga berkontribusi pada pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, khususnya IKU 2 (mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus) dan IKU 3 (dosen berkegiatan bersama masyarakat).

Apresiasi Dekan dan Pimpinan Fakultas

Dekan FKM Unhas, Prof. Sukri Palutturi, SKM., M.Kes., M.Sc.PH., Ph.D., menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan mahasiswa tersebut.

Ia menilai program ini bukan sekadar bentuk kepedulian sosial, tetapi juga bukti nyata peran perguruan tinggi dalam pembangunan berkelanjutan di wilayah pesisir.

“Program seperti ini menumbuhkan kepedulian sosial dan jiwa kewirausahaan mahasiswa. Ini adalah wujud kontribusi FKM Unhas bagi masyarakat pesisir yang sehat, mandiri, dan berdaya saing,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Wahiduddin, SKM., M.Kes., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FKM Unhas, menambahkan bahwa kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan masyarakat mencerminkan esensi sejati dari MBKM Saintek Berdampak.

“Mahasiswa belajar, berinovasi, dan sekaligus membawa manfaat langsung bagi masyarakat. Inilah bentuk pendidikan yang transformatif,” tuturnya.

Pelatihan yang difokuskan pada kelompok ibu-ibu Desa Boddie ini mencakup pendampingan intensif mulai dari pengolahan bahan baku, teknik pembuatan mie dan kerupuk rumput laut, hingga strategi pemasaran.

Melalui pendekatan ini, tim mahasiswa berharap dapat menumbuhkan semangat kewirausahaan lokal serta kesadaran akan pentingnya pengelolaan hasil laut yang berkelanjutan.

Langkah FORMA Kesmas FKM Unhas ini menjadi contoh nyata sinergi antara kampus dan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi lokal, memperkuat ketahanan ekonomi desa, dan menumbuhkan generasi muda yang peduli pada pembangunan berbasis sains dan kemandirian. (*)