KOLAKA — Langkah besar menuju masa depan industri nikel yang berkelanjutan resmi dimulai. PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), anggota grup MIND ID (Mining Industry Indonesia), menggelar First Digging Ceremony di Blok Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Rabu (8/10/2025).
Acara ini menjadi penanda dimulainya aktivitas penambangan di Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa, proyek strategis nasional yang menggandeng PT Pamapersada Nusantara (PAMA) sebagai mitra utama.
Kehadiran Bupati Kolaka, jajaran Forkopimda, serta manajemen PT Vale dan PAMA memperlihatkan kuatnya dukungan berbagai pihak terhadap pembangunan industri nikel yang ramah lingkungan dan berpihak pada masyarakat.
President Director PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, menyebut kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum penting yang menandai komitmen perusahaan dalam mengakselerasi proyek strategis nasional secara bertanggung jawab.
“Kalau dulu masyarakat menyebut diri mereka penjaga ‘kebun’ PT Vale, hari ini kebun itu sudah tumbuh menjadi area tambang yang nyata. Insya Allah, dalam waktu dekat kita akan melihat berdirinya pabrik HPAL yang dibangun bersama PT Vale dan Huayou,” ujar Bernardus.
Menurutnya, proyek Pomalaa memiliki makna strategis karena melibatkan kolaborasi tiga kekuatan besar dunia — Indonesia, Tiongkok, dan Amerika Serikat — melalui kerja sama antara PT Vale, Huayou, dan Ford Motor Company.
“Kalau di dunia ada Perserikatan Bangsa-Bangsa, di Pomalaa ada ‘United of Nickels’. Tiga bangsa bersatu untuk mengelola nikel secara berkelanjutan, dari Pomalaa untuk dunia,” ungkapnya.
Keselamatan dan Keberlanjutan Jadi Fondasi
Bernardus menegaskan, nilai-nilai CARES (Compassion, Accountability, Resilience, Excellence, Sustainability) menjadi dasar dalam setiap aktivitas PT Vale, termasuk di proyek Pomalaa.
Aspek keselamatan kerja dan pelestarian lingkungan disebut sebagai prioritas utama dalam proses konstruksi maupun operasi tambang.
Ia juga mengapresiasi komitmen mitra strategis seperti PAMA, Huayou, dan Ford Motor Company yang turut memperkuat standar keberlanjutan industri.
“Proyek ini bukan semata soal menambang nikel, tetapi tentang bagaimana menjaganya agar tetap berkelanjutan bagi generasi berikutnya. Keselamatan tetap nomor satu,” tegas Bernardus.
Bernardus menambahkan, Huayou berkomitmen menyelesaikan pembangunan pabrik High Pressure Acid Leach (HPAL) yang ditargetkan beroperasi pada kuartal keempat tahun 2026.
PAMA Tegaskan Komitmen Sejalan dengan Standar PT Vale
Operation and HSE Director PT Pamapersada Nusantara, Roberto Dwi Handoko, menuturkan bahwa pihaknya siap mendukung seluruh standar operasional dan prinsip keberlanjutan yang diterapkan PT Vale.
“Kami bangga bisa menjadi bagian dari perjalanan besar ini. PAMA berkomitmen menghadirkan praktik pertambangan yang bersih, aman, dan berkelanjutan. Kami ingin membawa nilai tambah nyata bagi masyarakat lokal dan mendukung agenda hilirisasi nikel nasional,” ujarnya.
Melalui proyek IGP Pomalaa, PT Vale menegaskan peran aktifnya dalam menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Proyek ini diperkirakan membuka lapangan kerja baru, meningkatkan kapasitas kontraktor dan UMKM lokal, serta memperkuat program pemberdayaan di bidang pendidikan, lingkungan, dan ketahanan ekonomi.
Langkah ini juga sejalan dengan visi PT Vale untuk menjadikan Pomalaa sebagai pusat transformasi industri nikel hijau Indonesia, di mana kemajuan ekonomi berjalan beriringan dengan tanggung jawab sosial dan kelestarian lingkungan.
“Dengan semangat kolaborasi dan keberlanjutan, kami ingin menghadirkan Pomalaa sebagai contoh nyata masa depan industri nikel yang hijau, inklusif, dan berdaya saing global,” tutup Bernardus. (*)


























