MOROWALI – Kontribusi PT Vale Indonesia Tbk terhadap pendapatan daerah Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, terus menunjukkan tren positif.
Hingga September 2025, perusahaan tambang nikel tersebut tercatat telah menyumbang Rp43 miliar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui aktivitas produksi dan penjualan bijih nikel di wilayah setempat.
Capaian ini mencerminkan peran strategis PT Vale sebagai salah satu penopang utama perekonomian Morowali sekaligus bukti nyata komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat.
Sejak beroperasi melalui proyek Indonesia Growth Project (IGP) Morowali yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), PT Vale terus memperkuat rantai pasok nikel nasional dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan dan tata kelola yang baik (good governance).

Head of Bahodopi Project IGP Morowali, Wafir, menjelaskan bahwa seluruh kegiatan operasional PT Vale dilaksanakan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sebagai pemegang Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK), perusahaan juga menunaikan kewajiban fiskalnya kepada negara dan daerah.
“Sejak semester II tahun 2025, royalti yang telah kami bayarkan kepada Pemerintah Republik Indonesia mencapai Rp84 miliar. Sebagian pendapatan tersebut akan dialokasikan kembali ke daerah penghasil, termasuk Morowali, melalui mekanisme Dana Bagi Hasil (DBH),” jelas Wafir, Rabu (15/10).
Ia menambahkan, PT Vale memahami aspirasi masyarakat terkait fee bagi hasil penjualan bijih nikel. Namun, sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Minerba, mekanisme pembagian hasil dilakukan berdasarkan keuntungan bersih perusahaan dan disalurkan melalui pemerintah pusat dan daerah sesuai porsi yang diatur.

Selain memberikan kontribusi fiskal, PT Vale juga memastikan manfaat ekonomi dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitar wilayah operasi, khususnya 13 desa binaan di Kecamatan Bahodopi dan Bungku Timur.
Melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), perusahaan menggelontorkan dana sekitar Rp70 miliar sejak 2015 hingga Kuartal IV 2025 untuk mendukung bidang pendidikan, kesehatan, pelatihan keterampilan, pengembangan ekonomi lokal, dan pembangunan infrastruktur desa.
“Bagi kami, keberhasilan industri pertambangan tidak hanya diukur dari hasil produksi, tetapi juga dari sejauh mana kehadirannya membuka peluang dan menghadirkan perubahan positif bagi masyarakat sekitar,” tegas Wafir.
Dengan komitmen keberlanjutan dan kolaborasi bersama pemangku kepentingan, PT Vale menegaskan tekadnya untuk terus berperan aktif dalam memperkuat ekonomi daerah, sekaligus mendukung tujuan nasional dalam mewujudkan hilirisasi nikel yang berdaya saing dan inklusif. (*)
























