Berita

Nursery Tanggetada Jadi Ruang Belajar Lingkungan, PT Vale Edukasi Pelajar tentang Green Mining

Tim Redaksi
×

Nursery Tanggetada Jadi Ruang Belajar Lingkungan, PT Vale Edukasi Pelajar tentang Green Mining

Sebarkan artikel ini
PT Vale edukasi generasi muda praktik green mining lewat Nursery Tanggetada

KOLAKA – Pusat Persemaian (Nursery) Tanggetada milik PT Vale Indonesia Tbk Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa tak hanya berfungsi sebagai lokasi pembibitan tanaman untuk mendukung reklamasi lahan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran lingkungan bagi generasi muda.

Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, puluhan siswa dan siswi SMA Negeri 3 Kolaka mengunjungi fasilitas tersebut untuk mempelajari secara langsung praktik pengelolaan lingkungan yang diterapkan perusahaan pertambangan di Kecamatan Tanggetada, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, baru-baru ini.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Didampingi tim Environmental (Enviro) PT Vale, para pelajar diperkenalkan pada seluruh proses pembibitan tanaman, mulai dari penyemaian benih, teknik perbanyakan vegetatif melalui stek, pemindahan bibit ke polybag, hingga tahapan persiapan tanaman sebelum ditanam kembali pada area reklamasi maupun lokasi penghijauan lainnya.

Kegiatan edukatif itu juga diisi dengan aksi penanaman pohon sebagai bentuk partisipasi nyata para siswa dalam mendukung pelestarian lingkungan.

Senior Permit & Compliances Analyst PT Vale Indonesia, Emyliana Manurun, mengatakan Nursery Tanggetada merupakan hasil kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung upaya rehabilitasi lingkungan secara berkelanjutan.

Menurutnya, melalui kegiatan tersebut PT Vale ingin memperkenalkan kepada generasi muda bahwa industri pertambangan dapat berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan melalui penerapan prinsip green mining.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengedukasi generasi muda bahwa perusahaan tambang memiliki komitmen kuat dalam menjaga kelestarian alam melalui praktik green mining company,” ujar Emyliana.

Ia menjelaskan, bibit yang diproduksi di Nursery Tanggetada tidak hanya dimanfaatkan untuk mendukung program reklamasi kawasan operasional PT Vale, tetapi juga disiapkan untuk kebutuhan penghijauan masyarakat dan para pemangku kepentingan lainnya.

Antusiasme terlihat dari para siswa yang mengikuti setiap sesi pembelajaran. Ketua OSIS SMA Negeri 3 Kolaka, Davi Qhirand Best Ferdi, mengaku memperoleh pengalaman baru setelah menyaksikan langsung proses pembibitan tanaman yang selama ini hanya dipelajari secara teori di sekolah.

“Hari ini sangat seru bagi kami. Kami bisa belajar banyak hal baru, mulai dari proses stek di cup kecil hingga tanaman siap tumbuh dewasa,” katanya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sehingga semakin banyak pelajar memahami pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan.

Melalui keberadaan Nursery Tanggetada, PT Vale menegaskan komitmennya untuk mengintegrasikan kegiatan operasional pertambangan dengan upaya rehabilitasi lingkungan.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya ekosistem yang lebih lestari sekaligus memperkuat kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda. (*)