SELAYAR — Memasuki usia ke-43, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin memperkuat kiprahnya di bidang pengabdian masyarakat melalui kegiatan Pelatihan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus berbasis pemberdayaan masyarakat di Desa Laikang, Kecamatan Laikang, Kabupaten Takalar.
Kegiatan yang digelar di Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Putondo pada Sabtu (01/11) ini mengusung tema “Edukasi Visual dan Aksi Bersama: Rumahku Bebas Jentik”, sebagai upaya pencegahan penyakit berbasis vektor, khususnya nyamuk, di wilayah pesisir.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata kontribusi akademisi dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan ke-3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), Tujuan ke-11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan), serta Tujuan ke-17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
“Kami berharap pelatihan ini tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah penyakit menular,” ujar Dr. Erniwati Ibrahim, SKM., M.Kes., Ketua Departemen Kesehatan Lingkungan FKM Unhas.
Pemberdayaan Masyarakat
Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta mengenai konsep PSN 3M Plus (Menguras, Menutup, Memanfaatkan kembali wadah bekas) serta langkah tambahan seperti pemberian bubuk abate, pemeliharaan ikan pemakan jentik, pemasangan kawat kasa, dan kebiasaan tidak menggantung pakaian sembarangan.
Untuk menciptakan suasana interaktif, tim pengabdian masyarakat yang terdiri atas dosen dan mahasiswa FKM Unhas memperkenalkan diri melalui sesi ice breaking dan games edukatif.
Antusiasme warga meningkat saat mengikuti permainan “Rumah Sehat, PSN 3M Plus” yang disaksikan langsung oleh pimpinan departemen.
Dalam permainan tersebut, peserta diajak mengenali potensi sarang nyamuk di sekitar rumah serta mempraktikkan tindakan pencegahan sederhana. Mereka juga diberikan edukasi visual melalui poster tentang siklus hidup nyamuk dan perbedaan jenis jentik Aedes, Culex, dan Anopheles.
Kolaborasi Akademisi dan Masyarakat
Sesi pelatihan semakin hidup dengan games interaktif dan doorprize bagi peserta yang aktif menjawab pertanyaan.
Tak hanya warga, kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah akademisi senior FKM Unhas, di antaranya Prof. Anwar Mallongi, SKM., M.Sc., Prof. dr. Hasanuddin Ishak, Ph.D., dan Muh. Fajaruddin Natsir, S.KM., M.Kes.
Melalui sesi tanya jawab yang hangat, para guru besar berbagi pengalaman sekaligus memperkuat pemahaman peserta terkait pengendalian vektor penyakit.
Untuk mengukur dampak pelatihan, panitia menyiapkan post-test yang akan dilakukan sebagai evaluasi lanjutan. Sebagai bentuk apresiasi, peserta juga menerima souvenir dan paket sembako, sebelum kegiatan ditutup dengan foto bersama.
Selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Program ini tak sekadar kegiatan edukatif, tetapi juga bentuk nyata komitmen perguruan tinggi terhadap pencapaian pembangunan berkelanjutan.
Melalui pemberdayaan masyarakat, FKM Unhas berupaya menciptakan lingkungan pemukiman yang aman, tangguh, dan sehat.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, dan komunitas lokal dalam kegiatan ini menjadi contoh konkret implementasi SDGs Tujuan ke-17, yakni kemitraan lintas sektor untuk kesejahteraan masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa ilmu pengetahuan tidak berhenti di ruang kuliah. Pengabdian seperti ini adalah wujud nyata kontribusi akademisi bagi masyarakat dan lingkungan,” tutup Dr. Erniwati Ibrahim.
Tentang PSN 3M Plus
Program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus merupakan strategi nasional untuk mengendalikan penyebaran penyakit yang ditularkan nyamuk, seperti demam berdarah dan malaria.
Prinsip 3M Plus meliputi menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat wadah air, memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas, ditambah tindakan Plus berupa pencegahan tambahan seperti pemberian bubuk abate dan memelihara ikan pemakan jentik.
Kegiatan di Selayar ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan 43 tahun FKM Unhas, yang menandai konsistensi fakultas dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Melalui aksi ini, FKM Unhas meneguhkan komitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai mitra perubahan menuju kesehatan lingkungan yang berkelanjutan. (*)
























