MAKASSAR — Departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat kesiapan calon epidemiolog melalui penyelenggaraan Seminar Magang Epidemiologi, Rabu (19/11/2025).
Agenda tahunan ini menjadi ruang evaluasi sekaligus ajang berbagi pengalaman bagi mahasiswa yang baru menyelesaikan penugasan magang di sejumlah institusi mitra.
Berlangsung dengan format diskusi akademik, seminar tersebut dihadiri para dosen pembimbing serta mahasiswa program sarjana Departemen Epidemiologi.
Para dosen tidak hanya memberikan penilaian atas paparan mahasiswa, tetapi juga mendorong dialog kritis mengenai temuan lapangan dan relevansinya bagi pengembangan kompetensi epidemiologi.
Mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini sebelumnya ditempatkan di berbagai instansi kesehatan, mulai dari Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Makassar, Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Selatan, Dinas Kesehatan Kota Makassar dan Semarang.
Termasuk juga yang ditempatkan di fasilitas layanan seperti Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Makassar, Rumah Sakit Universitas Hasanuddin, Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa Makassar, serta Yayasan Masyarakat Peduli Tuberkulosis Sulsel.
Keragaman lokasi tersebut memperkaya ragam isu yang dibahas dalam seminar.
Dalam setiap sesi, mahasiswa mempresentasikan hasil pengamatan, pengalaman praktik, serta analisis epidemiologis yang mereka susun selama masa penugasan.
Paparan tersebut kemudian ditanggapi para dosen melalui umpan balik terstruktur, mulai dari penguatan metodologi hingga penajaman substansi laporan akhir.
Penanggung jawab Mata Kuliah Magang Epidemiologi, Andi Selvi Yusnitasari, SKM., M.Kes., menegaskan bahwa pengalaman lapangan menjadi elemen penting dalam pembentukan kompetensi dasar seorang epidemiolog.
Ia menilai magang memberikan ruang belajar yang tidak dapat diperoleh hanya dari perkuliahan.
“Mahasiswa belajar menautkan teori dengan realitas lapangan, berkolaborasi lintas sektor, sekaligus terlibat langsung dalam penanganan persoalan kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Melalui penyelenggaraan seminar ini, Departemen Epidemiologi FKM Unhas berharap mutu pembelajaran semakin meningkat, sekaligus memperkuat jaringan kemitraan dengan instansi kesehatan yang selama ini menjadi tempat mahasiswa berpraktik.
Kegiatan ditutup dengan diskusi terbuka dan pemberian apresiasi kepada mahasiswa yang dinilai menampilkan performa magang terbaik. (*)


























