GOWA — Dalam rangka memperingati Hari Ayah Nasional 12 November, Pendamping Sumber Daya Manusia Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial Republik Indonesia, Muhammad Fadhil, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada seluruh ayah di Indonesia, khususnya para bapak dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH.
Fadhil menegaskan bahwa sosok ayah memiliki peran strategis dalam membentuk ketahanan keluarga dan kesejahteraan sosial.
Ia menilai semangat, tanggung jawab, dan kerja keras para ayah menjadi fondasi utama dalam upaya memperbaiki taraf hidup keluarga menuju kemandirian dan kesejahteraan berkelanjutan.
“Saya menyampaikan ucapan Selamat Hari Ayah kepada seluruh ayah di Indonesia, terutama kepada para bapak dari keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan,” ujar Fadhil.
“Terima kasih atas pengorbanan, ketulusan, dan kerja keras yang telah Bapak tunjukkan dalam menjaga serta menafkahi keluarga. Bapak adalah pilar utama dan sumber kekuatan bagi keluarga untuk terus berjuang mewujudkan kehidupan yang lebih baik,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia berharap para ayah dari keluarga penerima manfaat PKH dapat terus meningkatkan kesadaran akan pentingnya kemandirian ekonomi serta berperan aktif dalam mendukung perubahan sosial di lingkungannya.
“Saya berharap para bapak KPM PKH terus menumbuhkan semangat hidup mandiri dan berdaya. Dengan usaha dan kemauan yang kuat, saya yakin keluarga penerima manfaat dapat bertransformasi menjadi keluarga sejahtera yang tidak lagi bergantung pada bantuan sosial. Kemandirian adalah wujud nyata keberhasilan program PKH,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Fadhil juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat peran ayah sebagai teladan dan penggerak utama dalam keluarga.
Menurutnya, peringatan Hari Ayah Nasional harus menjadi momentum refleksi bagi seluruh keluarga Indonesia untuk menumbuhkan nilai-nilai tanggung jawab, kasih sayang, serta kerja sama dalam mewujudkan kesejahteraan sosial.
“Program Keluarga Harapan bukan semata bantuan sosial, melainkan program pemberdayaan yang menumbuhkan semangat kemandirian dan perubahan pola pikir. Mari kita jadikan Hari Ayah Nasional sebagai momentum untuk menghargai perjuangan para ayah, sekaligus memperkuat komitmen bersama menuju keluarga Indonesia yang mandiri, berdaya, dan sejahtera,” tutupnya. (*)

















