Sulawesi Selatan

Pemprov Sulsel Gelar 150 Kali Gerakan Pangan Murah untuk Kendalikan Harga Jelang Nataru

Tim Redaksi
×

Pemprov Sulsel Gelar 150 Kali Gerakan Pangan Murah untuk Kendalikan Harga Jelang Nataru

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Kembali Gelar Gerakan Pangan Murah
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Kembali Gelar Gerakan Pangan Murah

MAKASSAR – Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Selatan kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sepanjang November hingga Desember 2025 di seluruh kabupaten/kota.

Program ini dilaksanakan melalui pendanaan APBD dari insentif fiskal sebagai bentuk intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulsel, Muhammad Ilyas, mengatakan GPM menjadi instrumen penting untuk membantu masyarakat menghadapi tekanan harga, terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“GPM ini sangat diperlukan, terutama sebagai upaya pemerintah dalam pengendalian harga. Apalagi menjelang Nataru, permintaan pasti meningkat,” ujarnya.

Selain mendukung pengendalian inflasi, GPM juga berperan dalam memperlancar distribusi beras SPHP (Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan) ke 24 kabupaten/kota di Sulsel.

Menurut Ilyas, target pelaksanaan GPM yang didanai insentif fiskal pada periode November–Desember mencapai lebih dari 150 kegiatan hingga akhir tahun.

Pelaksanaannya dilakukan baik oleh Pemerintah Provinsi Sulsel maupun secara serentak oleh pemerintah kabupaten/kota.

Untuk bulan Desember, GPM digelar pada pekan pertama dan kedua. Pelaksanaan serentak pertama dijadwalkan pada 1, 2, 8, dan 9 Desember dengan melibatkan 8 kabupaten/kota.

Sementara itu, 16 kabupaten/kota lainnya akan menggelar GPM serentak pada 9 Desember.

“Di minggu pertama Desember, tanggal 1 sudah ada gerakan pangan murah yang berlangsung hari ini,” jelasnya.

Ilyas berharap rangkaian GPM sepanjang dua bulan ini dapat menjaga stabilitas harga dan membantu mengendalikan inflasi di Sulawesi Selatan.

“Dengan GPM ini, kami berharap inflasi dapat tetap terkendali, terutama jelang Nataru ketika permintaan biasanya meningkat,” katanya. (*)