Berita

Hidayatullah dan MUI Kukuhkan Peran Moral Umat dalam Menjaga Arah Bangsa

Tim Redaksi
×

Hidayatullah dan MUI Kukuhkan Peran Moral Umat dalam Menjaga Arah Bangsa

Sebarkan artikel ini
Musyawarah Wilayah Hidayatullah Hadirkan Dialog Keumatan dan Kebangsaan di Makassar
Musyawarah Wilayah Hidayatullah Hadirkan Dialog Keumatan dan Kebangsaan di Makassar

MAKASSAR — Dialog keumatan dan kebangsaan menjadi salah satu agenda utama dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) Hidayatullah yang digelar di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Ahad (5/12/2025).

Forum ini menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan daerah yang menyoroti pentingnya sinergi umat dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ketua Umum MUI Sulawesi Selatan, Prof. KH. Najmuddin H. Abd. Safa, yang diwakili Ketua Bidang Kerjasama dan Hubungan Luar Negeri, Prof. H. Mustari Mustafa, tampil sebagai narasumber utama melalui materi bertajuk “Sinergi Anak Bangsa Menyongsong Indonesia Emas 2045: Perspektif Keumatan.

Dalam paparannya, Prof. Mustari menegaskan bahwa MUI memiliki peran strategis sebagai khadim al-ummah atau pelayan umat yang menjaga keseimbangan antara nilai-nilai keislaman dan arah pembangunan nasional.

Ia menekankan bahwa MUI terus mendorong kolaborasi produktif antara ormas, pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat agar visi Indonesia Emas 2045 dapat dicapai melalui fondasi moral yang kuat.

“Pembangunan bangsa tidak cukup hanya diukur dari aspek fisik dan ekonomi. Ia harus dibarengi integrasi nilai spiritual, etika publik, serta komitmen kebangsaan,” ujarnya.

Dialog ini juga menghadirkan sejumlah tokoh penting, antara lain Dr. H. Abd. Azis Kahar Muzakar (tokoh Hidayatullah, mantan Senator DPD RI), Bupati Luwu Timur Ir. Irwan Bachri Syam, Prof. H. Muhammad Asdar, Ir. H. Fadly Ibrahim, serta Ketua Umum DPP Hidayatullah, KH. Naspi Arsyad.

Acara dipandu akademisi dan peneliti pendidikan, Dr. Irfan Yahya.

Sekitar 700 peserta menghadiri forum tersebut, terdiri atas pengurus Hidayatullah dari tingkat pusat hingga daerah, serta para ulama, ustaz, dan tokoh masyarakat. Besarnya antusiasme peserta menunjukkan urgensi tema dialog di tengah dinamika sosial-politik nasional saat ini.

Para narasumber sepakat bahwa bangsa Indonesia sedang berhadapan dengan tiga tantangan utama: menguatnya polarisasi sosial, melemahnya etos kebersamaan, dan kebutuhan mendesak akan kepemimpinan moral yang mampu menjaga arah perjalanan bangsa.

Melalui gelaran Muswil ini, Hidayatullah bersama MUI dan para tokoh bangsa meneguhkan kembali pentingnya membanguan kesadaran kolektif untuk memperkuat persatuan, memperdalam nilai keumatan, dan memperkokoh moralitas publik sebagai modal menuju Indonesia yang berkeadaban dan berkemajuan. (*)