Berita

KKN Tematik Tanggap Bencana, Mahasiswa FKM Unhas Terlibat Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang

Tim Redaksi
×

KKN Tematik Tanggap Bencana, Mahasiswa FKM Unhas Terlibat Pemulihan Pascabencana di Aceh Tamiang

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin, Fitria Ramadani, turut ambil bagian dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tanggap Bencana yang berlangsung di Kabupaten Aceh Tamiang pada 13–26 Desember 2025.
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin, Fitria Ramadani, turut ambil bagian dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tanggap Bencana yang berlangsung di Kabupaten Aceh Tamiang pada 13–26 Desember 2025.

ACEH TAMIANG — Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin, Fitria Ramadani, turut ambil bagian dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tanggap Bencana yang berlangsung di Kabupaten Aceh Tamiang pada 13–26 Desember 2025.

Program ini menjadi bagian dari kontribusi akademisi muda dalam mendukung pemulihan masyarakat pascabencana.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Selama berada di lokasi, Fitria terlibat langsung dalam berbagai aktivitas lapangan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat terdampak.

Kegiatan tersebut meliputi koordinasi dengan perangkat desa serta relawan kemanusiaan dari berbagai organisasi, seperti DMC IKATEK UNHAS, KAGAMA Care, Garda Care, serta jejaring relawan Nalar, Naluri, dan Nurani.

Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin, Fitria Ramadani, turut ambil bagian dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tanggap Bencana yang berlangsung di Kabupaten Aceh Tamiang pada 13–26 Desember 2025.

Selain membangun koordinasi, Fitria juga berperan dalam pendataan kebutuhan dasar warga, pelaksanaan program Water, Sanitation, and Hygiene (WASH), hingga pendistribusian air bersih dan logistik.

Seluruh rangkaian kegiatan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan situasi pascabencana yang masih dinamis.

Tak hanya fokus pada pemulihan fisik, Fitria bersama tim turut melaksanakan Layanan Dukungan Psikososial (LDP), khususnya bagi anak-anak dan keluarga terdampak.

Melalui aktivitas bermain dan edukasi sederhana, tim relawan berupaya membantu proses pemulihan mental serta menciptakan ruang yang aman, nyaman, dan ramah bagi warga.

Keterlibatan dalam KKN Tematik Tanggap Bencana ini memberikan pengalaman pembelajaran yang bermakna bagi Fitria.

Ia mengaku mendapatkan pemahaman langsung mengenai penerapan ilmu kesehatan masyarakat dalam situasi kedaruratan, sekaligus belajar menghadapi dinamika sosial yang kompleks di wilayah terdampak bencana.

“KKN ini mengajarkan saya untuk lebih peka terhadap kebutuhan masyarakat, mampu bekerja dalam keterbatasan, serta tetap mengedepankan pendekatan humanis. Pengalaman ini menjadi pembelajaran berharga yang tidak saya peroleh hanya dari ruang kelas,” ungkap Fitria.

Sebagai mahasiswa FKM, Fitria menilai peran tenaga kesehatan masyarakat sangat krusial dalam situasi bencana, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar, pencegahan penyakit, hingga pemulihan psikososial masyarakat.

Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin, Fitria Ramadani, turut ambil bagian dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tanggap Bencana yang berlangsung di Kabupaten Aceh Tamiang pada 13–26 Desember 2025.

Pada kesempatan tersebut, Fitria juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FKM Universitas Hasanuddin, Dr. Wahiduddin, SKM, M.Kes, atas dukungan penuh yang diberikan sejak proses keberangkatan hingga kepulangan peserta KKN.

Melalui KKN Tematik Tanggap Bencana ini, Fitria berharap dapat menumbuhkan kepedulian sosial, meningkatkan kapasitas profesional, serta memperkuat komitmen untuk terus berkontribusi dalam upaya penanggulangan bencana dan pembangunan kesehatan masyarakat di masa depan.

Selain berdampak langsung bagi masyarakat, kegiatan ini juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 3 (Kesehatan dan Kesejahteraan), SDGs 6 (Air Bersih dan Sanitasi), serta SDGs 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), melalui program WASH, pendataan kebutuhan dasar, dan Layanan Dukungan Psikososial bagi warga terdampak bencana. (*)