Berita

Ratusan Keturunan Bangsawan Sulsel Konsolidasi Budaya, MKT Tegaskan Bukan Upaya Hidupkan Kerajaan

Tim Redaksi
×

Ratusan Keturunan Bangsawan Sulsel Konsolidasi Budaya, MKT Tegaskan Bukan Upaya Hidupkan Kerajaan

Sebarkan artikel ini
Ratusan Keturunan Bangsawan Sulsel Konsolidasi Budaya, MKT Tegaskan Bukan Upaya Hidupkan Kerajaan
Ratusan Keturunan Bangsawan Sulsel Konsolidasi Budaya, MKT Tegaskan Bukan Upaya Hidupkan Kerajaan

MAKASSAR – Perayaan Hari Jadi ke-IX Majelis Keturunan To Manurung (MKT) Sulawesi Selatan di Hotel Claro Makassar, Minggu (12/4/2026), tidak sekadar menjadi ajang temu keturunan bangsawan, tetapi juga momentum konsolidasi pelestarian budaya lintas etnis di Sulsel.

Kegiatan ini mempertemukan ratusan tokoh adat, bangsawan, dan undangan dari berbagai daerah, termasuk dari luar Sulawesi Selatan.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Sejumlah tokoh nasional dan daerah tampak hadir, di antaranya Datu Luwu XL Andi Maradang Mackulawu, Ketua Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Sulsel Jufri Rahman, serta Hakim Ketua Mahkamah Agung RI Andi Ibrahim yang duduk di barisan VIP.

Ketua MKT Sulsel, Andi Pamadengrukka Mappanyompa, menegaskan bahwa meningkatnya partisipasi kerajaan-kerajaan dari berbagai kabupaten menunjukkan kesadaran kolektif untuk menjaga warisan budaya yang mulai tergerus zaman.

“Hampir semua perwakilan kerajaan hadir, bahkan yang belum terbentuk secara resmi juga ikut bergabung. Ini menandakan semangat besar dalam merawat nilai-nilai budaya,” ujarnya.

Namun demikian, ia menekankan bahwa keberadaan MKT bukan untuk menghidupkan kembali sistem kerajaan, melainkan sebagai wadah pemersatu berbasis nilai budaya.

“Ini bukan untuk membentuk kerajaan baru. Justru kita ingin menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur,” tegasnya.

Menurutnya, MKT tidak hanya mewadahi kalangan bangsawan, tetapi juga terbuka bagi seluruh masyarakat lintas etnis di Sulawesi Selatan, seperti Bugis, Makassar, Mandar, dan Toraja.

“Pelestarian budaya adalah tanggung jawab bersama, bukan eksklusif milik bangsawan,” tambahnya.

Ia pun mendorong pemerintah dan masyarakat untuk memberikan perhatian lebih serius terhadap pelestarian budaya lokal, yang dinilai semakin terpinggirkan di tengah arus modernisasi.

Sementara itu, Ketua Panitia Hari Jadi ke-IX MKT, Andi Sri Hastuti Sultan, menyebut peringatan tahun ini menjadi ajang memperkuat jejaring dan silaturahmi keluarga besar To Manurung.

Sekitar 500 peserta hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk 27 perwakilan bangsawan dari berbagai daerah, baik dari Sulawesi Selatan maupun luar wilayah.

“Ini bukan sekadar perayaan, tapi ruang mempererat persaudaraan dan memperkuat identitas budaya,” ujarnya.

Ke depan, MKT berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan nilai budaya dan memperkuat persatuan di tengah masyarakat Sulawesi Selatan yang majemuk. (*)