MAKASSAR — Pengurus Koordinator Perguruan Tinggi (PKPT) Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu (IPMIL) RAYA Politeknik ATI Makassar (Poltek ATIM) sukses menggelar Musyawarah Koordinator (Muskoord) ke-VIII pada 3–4 Oktober 2026.
Forum pengambilan keputusan tertinggi di tingkat kampus tersebut berlangsung di Asrama Pengurus Besar (PB) IPMIL RAYA, Jalan Kijang No. 65, Kota Makassar.
Muskoord VIII mengusung tema “Meneguhkan Langkah Menyongsong Babak Baru PKPT IPMIL RAYA POLTEK ATIM.”
Tema tersebut menjadi pijakan bagi para mahasiswa Wija To Luwu di Poltek ATIM untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus merumuskan arah gerakan pada periode kepengurusan berikutnya.
Muh. Irwansyah Putra Terpilih
Dinamika persidangan yang berlangsung selama dua hari akhirnya bermuara pada penetapan pimpinan baru.
Forum Muskoord VIII menetapkan Muh. Irwansyah Putra, mahasiswa asal Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur, sebagai Formatur Ketua Umum PKPT IPMIL RAYA Poltek ATIM periode 2026–2027.
Penetapan tersebut menandai dimulainya babak baru kepengurusan organisasi mahasiswa asal Luwu di lingkungan Poltek ATIM.
Dalam sambutan perdananya, Irwansyah menyampaikan rasa syukur sekaligus kesadaran atas tanggung jawab yang kini diembannya.
“Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kelancaran agenda mulia ini. Tentu, ini bukanlah kemenangan pribadi, melainkan sebuah amanah besar dan tanggung jawab kolektif yang dititipkan oleh kawan-kawan sekalian kepada saya,” ujarnya.
Dorong Organisasi Lebih Adaptif
Irwansyah menekankan bahwa tema “menyongsong babak baru” harus diwujudkan dalam kerja nyata, bukan berhenti sebagai slogan hasil musyawarah.
Ia mengajak seluruh elemen PKPT IPMIL RAYA Poltek ATIM menyatukan visi dan mengurangi ego sektoral dalam menjalankan roda organisasi.
“Babak baru ini menuntut kita bergerak lebih adaptif, namun tetap teguh merawat nilai-nilai luhur kekeluargaan, intelektualitas, serta pengabdian kita bagi kampung halaman, Tana Luwu,” tuturnya.
Menurutnya, tantangan organisasi mahasiswa ke depan membutuhkan kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan tanpa meninggalkan nilai dasar yang menjadi identitas IPMIL RAYA.
Kolaborasi Jadi Kunci
Mahasiswa asal Luwu Timur tersebut juga menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menjalankan kepengurusan selama satu tahun ke depan.
Ia menyebut organisasi bukan milik satu atau beberapa orang, melainkan ruang bersama bagi seluruh kader.
Karena itu, ia membuka ruang terhadap dukungan sekaligus kritik konstruktif dari seluruh kader sebagai bagian dari proses membangun organisasi.
“Kepengurusan ini adalah ruang milik bersama. Tanpa dukungan, kritik yang membangun, serta sinergi dari seluruh kader, langkah organisasi tidak akan bisa kokoh untuk membesarkan nama IPMIL RAYA,” tegasnya.
Harapan untuk Kepengurusan Baru
Berakhirnya Muskoord VIII sekaligus menjadi awal bagi kepengurusan PKPT IPMIL RAYA Poltek ATIM periode 2026–2027.
Para kader berharap kepemimpinan Muh. Irwansyah Putra dapat segera menerjemahkan hasil musyawarah ke dalam program kerja yang konkret dan berdampak.
Program tersebut diharapkan tidak hanya berorientasi pada pengembangan kapasitas mahasiswa, tetapi juga memperkuat peran organisasi dalam kegiatan sosial serta kontribusi bagi masyarakat dan Tana Luwu.
Dengan semangat “menyongsong babak baru”, kepengurusan baru PKPT IPMIL RAYA Poltek ATIM diharapkan mampu menjaga tradisi kekeluargaan sekaligus menghadirkan gerakan mahasiswa yang lebih adaptif, intelektual, dan kolaboratif. (*)














