Luwu Utara

Bupati Lutra Andi Abdullah Rahim Dorong Desa Jadi Garda Terdepan Penanggulangan Bencana

Tim Redaksi
×

Bupati Lutra Andi Abdullah Rahim Dorong Desa Jadi Garda Terdepan Penanggulangan Bencana

Sebarkan artikel ini
Bupati Luwu Utara Ajak Seluruh Desa Bangun Ketangguhan Hadapi Bencana
Bupati Luwu Utara Ajak Seluruh Desa Bangun Ketangguhan Hadapi Bencana

LUWU UTARA — Pemerintah Kabupaten Luwu Utara terus memperkuat ketangguhan daerah dalam menghadapi potensi bencana.

Komitmen tersebut ditandai dengan pelaksanaan Sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Kebencanaan yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Utara, Minggu (15/2).

Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, dalam arahannya menegaskan bahwa wilayah Luwu Utara memiliki karakteristik geografis yang rawan bencana, mulai dari banjir hingga tanah longsor. Karena itu, pola penanganan tidak boleh lagi bersifat reaktif.

“Kita ingin membangun sistem yang kuat dari bawah. Desa harus menjadi garda terdepan dalam deteksi dini dan respons cepat. Pemerintah daerah akan mendukung penuh melalui penguatan koordinasi dan peningkatan kapasitas,” tegasnya.

Menurutnya, kesiapsiagaan di tingkat desa menjadi kunci utama dalam meminimalkan risiko dan dampak bencana. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, relawan, serta masyarakat dalam satu komando informasi saat situasi darurat terjadi.

“Komunikasi yang terarah dan terverifikasi menjadi kunci utama dalam manajemen kebencanaan. Kesalahan informasi sering kali justru memperburuk kondisi di lapangan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Luwu Utara, Kamaluddin Alnan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan yang akan dilaksanakan secara bertahap di seluruh kecamatan.

“Target kami, setiap desa memiliki rencana kontinjensi dan tim siaga bencana yang aktif. Sosialisasi KIE ini tidak hanya menghadirkan materi teori, tetapi juga simulasi sederhana terkait pola evakuasi mandiri, pemetaan risiko di tingkat desa, serta pengenalan sistem peringatan dini berbasis komunitas,” terangnya.

Peserta kegiatan diajak memahami peran masing-masing dalam situasi darurat agar tidak terjadi kepanikan ketika bencana datang. Pendekatan berbasis komunitas ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengurangi risiko melalui perencanaan dan tindakan preventif yang terstruktur.

Melalui langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara berharap tercipta masyarakat yang tangguh, sigap, dan lebih siap menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang. (*)