Luwu Utara

Direspon Pemerintah Pusat, Bendung Kanjiro dan Daerah Irigasi Baliase Segera Dibangun

Tim Redaksi
×

Direspon Pemerintah Pusat, Bendung Kanjiro dan Daerah Irigasi Baliase Segera Dibangun

Sebarkan artikel ini

Dukung Produktivitas Pertanian Luwu Utara

Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim saat audiensi bersama Direktorat Irigasi dan Rawa Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum, Kamis (5/3/2026)
Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim saat audiensi bersama Direktorat Irigasi dan Rawa Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum, Kamis (5/3/2026)

JAKARTA — Upaya Pemerintah Kabupaten Luwu Utara memperkuat sektor pertanian melalui pembangunan infrastruktur irigasi mulai menunjukkan hasil.

Sejumlah usulan proyek strategis yang diajukan pemerintah daerah mendapat respons positif dari pemerintah pusat.

Dalam audiensi bersama Direktorat Irigasi dan Rawa Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum, Kamis (5/3/2026), percepatan pembangunan Daerah Irigasi (DI) Baliase serta rehabilitasi Bendung Suplesi Kanjiro disepakati untuk diprioritaskan pada tahun anggaran 2026.

Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, mengatakan langkah tersebut penting untuk memastikan potensi sumber air yang melimpah di wilayahnya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para petani.

Menurutnya, pembangunan DI Baliase hingga kini belum sepenuhnya rampung, sementara Bendung Suplesi Kanjiro di Kecamatan Bonebone mengalami kerusakan sejak diterjang banjir pada 2018.

Padahal, bendung tersebut memiliki peran vital karena mengairi sekitar 1.000 hektare lahan persawahan milik masyarakat.

“Kita ingin memastikan air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kebutuhan pertanian masyarakat,” ujar Andi Abdullah Rahim.

Selain dua proyek tersebut, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara juga mengusulkan pembangunan sejumlah daerah irigasi lainnya untuk mendukung pengembangan kawasan pertanian di wilayah tersebut.

Beberapa di antaranya adalah Daerah Irigasi Taloto, Hono, dan Eno di Kecamatan Seko, serta Daerah Irigasi Onondoa di Kecamatan Rampi.

Usulan tersebut berkaitan dengan rencana pengembangan lahan persawahan baru yang tengah didorong pemerintah daerah guna meningkatkan produksi pangan.

Pemerintah daerah menilai pembangunan infrastruktur irigasi memiliki dampak besar bagi keberlanjutan sektor pertanian dan kesejahteraan masyarakat.

Dengan tersedianya sistem irigasi yang memadai, ketersediaan air bagi sawah masyarakat akan lebih terjamin sehingga petani dapat terus menanam padi secara berkelanjutan.

Selain meningkatkan produktivitas pertanian, pembangunan irigasi juga diharapkan mampu mendukung target swasembada pangan nasional, sekaligus mengoptimalkan potensi cetak sawah baru di Luwu Utara.

Peningkatan hasil panen diyakini akan berdampak langsung pada kenaikan pendapatan petani serta membuka peluang penurunan angka kemiskinan di daerah tersebut.

Dengan potensi lahan pertanian yang luas serta dukungan infrastruktur yang terus diperjuangkan, Luwu Utara diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai salah satu daerah penopang ketahanan pangan di Indonesia. (*)