LUWU UTARA — Proses penjaringan calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Luwu Utara Tahun 2026 resmi dimulai.
Sebanyak 117 pelajar dari berbagai sekolah ambil bagian dalam tahapan praseleksi yang digelar di Aula Lagaligo, Jumat (24/4).
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Luwu Utara, Jumail Mappile, yang menekankan pentingnya proses seleksi yang tidak hanya mengedepankan kemampuan fisik, tetapi juga kualitas karakter peserta.
Menurutnya, Paskibraka memiliki peran strategis sebagai simbol generasi muda yang disiplin, berintegritas, dan memiliki semangat nasionalisme yang kuat.
“Paskibraka bukan sekadar pasukan pengibar bendera, tetapi representasi generasi muda yang memiliki kedisiplinan tinggi dan jiwa kebangsaan,” ujar Jumail dalam sambutannya.
Ia menegaskan, seluruh tahapan seleksi harus dilaksanakan secara objektif, transparan, dan profesional agar menghasilkan peserta terbaik yang benar-benar layak mengemban tugas pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kepada para peserta, Jumail berpesan agar mengikuti setiap proses dengan sungguh-sungguh serta menjunjung tinggi kejujuran dan tanggung jawab.
“Berikan kemampuan terbaik kalian di setiap tahapan seleksi,” tegasnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan panitia dan tim seleksi untuk menjaga integritas selama proses berlangsung. Prinsip keadilan, kata dia, harus menjadi dasar utama dalam menentukan peserta yang lolos ke tahap berikutnya.
Adapun pada tahap awal ini, peserta mengikuti Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Tes Intelegensi Umum (TIU). Kedua tes tersebut menjadi indikator awal dalam menilai kapasitas intelektual dan pemahaman kebangsaan para calon Paskibraka.
Pemerintah Kabupaten Luwu Utara berharap, melalui proses seleksi yang ketat ini, akan lahir generasi muda yang tidak hanya unggul secara fisik, tetapi juga memiliki karakter kuat serta mampu membawa nama daerah hingga ke tingkat nasional. (*)





















