LUWU UTARA – Pemerintah Kabupaten Luwu Utara menggelar prosesi pemakaman secara sipil untuk almarhum H. Arifin Junaidi, Bupati Luwu Utara periode 2010–2015, Rabu (8/7/2026).
Upacara penghormatan terakhir itu berlangsung khidmat sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengabdian almarhum selama puluhan tahun mengabdi sebagai aparatur sipil negara hingga memimpin daerah tersebut.
Prosesi diawali dengan penyerahan jenazah dari pihak keluarga yang diwakili oleh putra sulung almarhum kepada Pemerintah Kabupaten Luwu Utara.
Jenazah kemudian diterima oleh Wakil Bupati Luwu Utara, Jumail Mappile, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam prosesi pemakaman sipil tersebut.
Dalam sambutannya, Jumail menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya mantan orang nomor satu di Luwu Utara itu.
Menurutnya, kepergian Arifin Junaidi bukan hanya menjadi kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi pemerintah daerah, jajaran aparatur sipil negara, dan seluruh masyarakat Luwu Utara.
“Kepergian Bapak Arifin Junaidi adalah duka bagi segenap keluarga besar, jajaran ASN Luwu Utara, dan masyarakat Luwu Utara pada umumnya,” ujar Jumail.
Ia mengenang Arifin Junaidi sebagai seorang pamong praja senior yang mendedikasikan hampir seluruh perjalanan hidupnya untuk pengabdian kepada masyarakat.
Sebelum dipercaya menjadi Bupati Luwu Utara periode 2010–2015, almarhum juga pernah menjabat sebagai Wakil Bupati dan meniti karier panjang di lingkungan birokrasi pemerintahan.
Di mata para aparatur sipil negara, lanjut Jumail, Arifin dikenal sebagai sosok pemimpin yang santun, sabar, serta konsisten memberikan teladan dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Nilai-nilai ketulusan, kedisiplinan, dan pengabdian yang diwariskannya menjadi inspirasi bagi banyak ASN di Luwu Utara.
“Mewakili segenap jajaran Pemerintah Daerah, saya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas bimbingan dan dedikasi almarhum kepada segenap ASN dan kepada daerah yang kita cintai, Luwu Utara,” katanya.
Semasa hidupnya, Arifin Junaidi dikenal sebagai birokrat berpengalaman yang turut mewarnai perjalanan pemerintahan di Kabupaten Luwu Utara sejak daerah itu masih dalam tahap pembangunan awal.
Kepemimpinannya dikenang karena mengedepankan pendekatan yang tenang, humanis, dan mengutamakan pelayanan kepada masyarakat.
Kabar wafatnya Arifin Junaidi mengundang duka dari berbagai kalangan. Sejak kabar tersebut tersebar, rumah duka dipadati pelayat yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir dan mendoakan almarhum.
Tokoh masyarakat, pejabat, mantan kolega, hingga warga tampak hadir mengiringi kepergian sosok yang dinilai telah meninggalkan jejak panjang dalam perjalanan pemerintahan Luwu Utara.
Prosesi pemakaman sipil berlangsung dengan penuh penghormatan, diakhiri doa bersama sebagai ungkapan penghormatan terakhir kepada almarhum.
Kepergian Arifin Junaidi menandai berakhirnya perjalanan panjang seorang pamong praja yang mengabdikan sebagian besar hidupnya untuk daerah. Namun, keteladanan, dedikasi, dan pengabdiannya diyakini akan tetap dikenang sebagai bagian penting dari sejarah pembangunan Kabupaten Luwu Utara. (*)


























