Luwu UtaraSulawesi Selatan

Proyek Irigasi Multiyears Dimulai, Luwu Raya Dapat Porsi Rp120 Miliar

Tim Redaksi
×

Proyek Irigasi Multiyears Dimulai, Luwu Raya Dapat Porsi Rp120 Miliar

Sebarkan artikel ini
Groundbreaking Paket 4 MYP Irigasi, Gubernur Sulsel Dongkrak Produktivitas Pertanian di Luwu Raya
Groundbreaking Paket 4 MYP Irigasi, Gubernur Sulsel Dongkrak Produktivitas Pertanian di Luwu Raya

LUWU UTARA — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mulai mengakselerasi penguatan sektor pertanian melalui pembangunan infrastruktur irigasi berskala besar.

Langkah ini ditandai dengan dimulainya proyek rehabilitasi daerah irigasi dalam skema multiyears yang dipusatkan di Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Groundbreaking Paket 4 Multiyears Project (MYP) Tahun Anggaran 2026–2027 tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Andi Sudirman Sulaiman, didampingi Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim, serta dihadiri unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, dan perwakilan petani.

Proyek strategis ini memiliki total nilai anggaran mencapai Rp780 miliar. Dari jumlah tersebut, wilayah Luwu Raya memperoleh alokasi sekitar Rp120 miliar yang difokuskan pada peningkatan jaringan irigasi untuk lahan pertanian seluas 13 ribu hektare.

Menurut Andi Sudirman, pembangunan infrastruktur irigasi menjadi kunci dalam mendorong produktivitas pertanian sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.

“Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk mempermudah akses air bagi petani dan meningkatkan hasil produksi pertanian,” ujarnya.

Khusus di Kabupaten Luwu Utara, proyek ini ditargetkan mengoptimalkan pengairan pada sekitar 6.400 hektare lahan persawahan. Dengan sistem irigasi yang lebih baik, diharapkan pola tanam petani menjadi lebih teratur dan produktivitas meningkat.

Program rehabilitasi ini tidak hanya difokuskan di satu wilayah. Sejumlah daerah di kawasan utara Sulawesi Selatan juga masuk dalam cakupan proyek, di antaranya Kabupaten Enrekang, Toraja Utara, Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur.

Secara keseluruhan, terdapat delapan daerah irigasi yang akan ditangani dalam paket ini, yakni Tallung Ura, Balombong, Makawa, Lengkong Pini, Bungadidi, Kuri-Kuri Kasambi, Tubu Ampak, dan Angkona.

Pemerintah provinsi menargetkan proyek ini tidak hanya meningkatkan kemantapan jaringan irigasi, tetapi juga memperkuat sistem pemeliharaan yang berkelanjutan di masa mendatang.

Selain berdampak pada peningkatan produksi pertanian, pembangunan infrastruktur ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan, khususnya di wilayah Luwu Raya yang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di Sulawesi Selatan.

Gubernur pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pelaksanaan proyek agar berjalan sesuai target.

“Kami berharap pengerjaan dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat nyata bagi petani,” katanya.

Dengan dimulainya proyek ini, pemerintah optimistis penguatan sektor pertanian di Sulawesi Selatan akan semakin solid, sekaligus menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah maupun nasional. (*)