Luwu Timur

Empat Hari Usai HTN, Aliansi Tani Lutim Pertanyakan Tindak Lanjut Audiensi dengan Bupati

Tim Redaksi
×

Empat Hari Usai HTN, Aliansi Tani Lutim Pertanyakan Tindak Lanjut Audiensi dengan Bupati

Sebarkan artikel ini
Potret Aksi Demo HTN Petani Luwu Timur, 24 September 2026 lalu (Foto: IST)
Potret Aksi Demo HTN Petani Luwu Timur, 24 September 2026 lalu (Foto: IST)

LUWU TIMUR — Aliansi Tani Luwu Timur mempertanyakan tindak lanjut Pemerintah Kabupaten Luwu Timur atas hasil audiensi yang digelar bertepatan dengan aksi Hari Tani Nasional (HTN), 24 September 2026.

Hingga Senin (28/9), aliansi mengaku belum memperoleh informasi mengenai tindak lanjut tujuh tuntutan yang disampaikan maupun kepastian pertemuan dengan Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam.

Ketua Aliansi Tani Lutim, Amrullah, mengatakan selain tujuh tuntutan utama, hasil audiensi juga dituangkan dalam berita acara yang memuat dua poin tambahan.

Pertama, permintaan agar Aliansi Tani dapat bertemu langsung dengan Bupati. Kedua, pernyataan perwakilan pemerintah daerah akan menyampaikan seluruh tuntutan kepada Bupati.

“Kami datang ke Kantor Bupati pada 24 September untuk bertemu langsung dengan Bupati dan Wakil Bupati. Karena keduanya sedang tugas luar, kami kemudian diterima oleh perwakilan pemerintah. Dalam audiensi itu sudah dibuat berita acara dan jelas tercantum permintaan pertemuan langsung dengan Bupati,” ungkap Amrullah, dikutip dari MaliliPos.com.

Saat itu kelompok massa aksi diterima perwakilan Pemkab Lutim, Muh. Yusri dan Muh. Said.

Menurut Amrullah, persoalan yang dipertanyakan bukan lagi soal apakah aspirasi telah diterima pemerintah. Sebab, hasil audiensi telah dituangkan secara tertulis dan ditandatangani oleh perwakilan pemerintah daerah.

“Ada berita acaranya. Tujuh tuntutan sudah kami sampaikan, kemudian ada dua poin tambahan. Pertama, kami meminta pertemuan langsung dengan Bupati. Kedua, perwakilan pemerintah menyatakan akan menyampaikan poin-poin tersebut kepada Bupati. Tetapi sampai tanggal 28 September, kami belum mendapatkan kabar tindak lanjutnya,” katanya.

Menunggu Kepastian Pertemuan

Aliansi Tani menilai komitmen untuk menyampaikan aspirasi kepada Bupati perlu diikuti dengan kepastian komunikasi dan agenda pertemuan.

Amrullah mengatakan pihaknya tidak ingin berita acara yang telah ditandatangani berhenti sebagai dokumen administratif setelah aksi.

“Kami tidak ingin berita acara hanya menjadi dokumen setelah aksi. Kalau sudah disepakati dan ditandatangani, tentu kami menunggu tindak lanjutnya. Petani membutuhkan kepastian, bukan hanya menerima jawaban bahwa nanti akan disampaikan kepada Bupati,” ujarnya.

Ia menegaskan, Aliansi Tani Lutim masih membuka ruang komunikasi dengan pemerintah daerah untuk membahas tuntutan yang telah disampaikan.

Namun, apabila tidak ada kepastian tindak lanjut, pihaknya menyatakan akan kembali menyampaikan aspirasi melalui aksi damai.

“Kami masih menunggu itikad baik pemerintah. Tetapi kalau tidak ada kepastian, kami akan kembali turun melakukan aksi damai untuk mengawal apa yang sudah kami sampaikan pada 24 September. Ini bukan persoalan pribadi, tetapi menyangkut persoalan tanah, konflik agraria dan kehidupan masyarakat petani,” pungkas Amrullah. (*)