KOLAKA — Upaya menekan risiko penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) di kawasan sekitar operasional industri menjadi perhatian PT Vale Indonesia Tbk melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa.
Perusahaan menggencarkan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada masyarakat Desa Pesouha, Kecamatan Pomalaa, sebagai langkah membangun budaya pencegahan penyakit dari tingkat keluarga.
Kegiatan yang dipusatkan di Balai Desa Pesouha itu tidak hanya menghadirkan penyuluhan kesehatan, tetapi juga layanan pemeriksaan kesehatan gratis, pelayanan Posyandu bagi balita dan lansia, serta pembagian paket sembako kepada warga.
Program tersebut merupakan bagian dari inisiatif “Kolaka Bersih, Sehat, dan Berdaya” yang dijalankan PT Vale di wilayah pemberdayaannya.
Penanggung Jawab Medis PT Vale IGP Pomalaa, dr. Fathurrahman, menjelaskan bahwa edukasi PHBS dipilih karena masih tingginya potensi penyebaran DBD, terutama saat memasuki musim hujan.
Menurutnya, sebagian besar tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti berasal dari genangan air bersih di lingkungan rumah.
Karena itu, masyarakat didorong membiasakan gerakan 3M, yakni menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat wadah penyimpanan air, serta mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
Ia menambahkan, kesehatan masyarakat tidak dapat dipisahkan dari kualitas sanitasi lingkungan. Pengelolaan sampah, kebersihan drainase, hingga kondisi lingkungan permukiman menjadi faktor penting dalam mencegah berbagai penyakit menular.
“Kami berharap masyarakat semakin sadar bahwa menjaga kesehatan bukan hanya saat sakit, tetapi dimulai dari kebiasaan sehari-hari di lingkungan rumah,” ujarnya.
Pemerintah setempat menyambut baik inisiatif tersebut. Mewakili Camat Pomalaa, La Ode Ndikode menilai keterlibatan dunia usaha dalam program promotif dan preventif kesehatan memberi kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Desa Pesouha, Yastin Sutrisno. Menurutnya, edukasi kesehatan semacam ini memberikan manfaat lebih dari sekadar layanan medis karena membantu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membangun lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Ia berharap edukasi PHBS dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar menjadi budaya di tengah masyarakat, sekaligus mendukung upaya pemerintah desa dalam meningkatkan kualitas kesehatan warga. (*)


























