JENEPONTO — Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) yang tergabung dalam Posko 14 Praktik Belajar Lapangan (PBL) III menggelar Seminar Awal Evaluasi Program Intervensi Kesehatan di Kantor Desa Tombo-Tombolo, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, pada Selasa, 23 Juni 2025.
Seminar ini menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan PBL untuk mengevaluasi sejauh mana program intervensi kesehatan yang telah dilaksanakan pada tahap PBL II memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Salah satu sorotan utama dalam evaluasi ini adalah edukasi tentang bahaya asap rokok dalam rumah tangga dan kaitannya dengan risiko stunting, yang menjadi perhatian serius tim mahasiswa.
Tim Posko 14 terdiri dari tujuh mahasiswa lintas departemen di FKM Unhas yang didampingi oleh dosen supervisor, Ulfah Najamuddin, S.Si., M.Kes., Ph.D. Mahasiswa tersebut antara lain Nurul Khalizah (Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku), dan Febbylenfi Sembo Pagappong (Kesehatan Lingkungan).
Selain itu juga ada Riyanni Puteri Iqbal dan Selfi Dayamanti (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), Isny Walidani Haris (Manajemen Rumah Sakit), Angelina Sakke (Administrasi dan Kebijakan Kesehatan), serta Ulil Abshar Nurman (Epidemiologi).
Kegiatan seminar dihadiri oleh 18 peserta yang terdiri dari Kepala Desa Tombo-Tombolo, perangkat desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta tokoh masyarakat.
Kehadiran para pemangku kepentingan ini mencerminkan dukungan terhadap upaya mahasiswa dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Dalam paparannya, tim mahasiswa memfokuskan evaluasi pada keberlanjutan program edukasi bahaya rokok di dalam rumah tangga, yang sebelumnya telah dilakukan melalui penyuluhan dan pemasangan X-banner.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko kesehatan akibat paparan asap rokok, khususnya terhadap ibu dan anak.
Selain itu, intervensi ini dikaitkan dengan upaya pencegahan stunting, yang menjadi prioritas nasional dalam pembangunan kesehatan.
Koordinator Desa Posko 14, Isny Walidani Haris, dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat untuk menciptakan perubahan perilaku yang berdampak positif.
Hal senada disampaikan oleh Kepala Desa Tombo-Tombolo, Jamaluddin N, yang mengapresiasi program yang digagas mahasiswa FKM Unhas dan berharap kegiatan ini terus didukung oleh masyarakat.
“Kami sangat menyambut baik kehadiran adik-adik mahasiswa. Evaluasi seperti ini penting agar program tidak hanya selesai di lapangan, tapi benar-benar memberi manfaat jangka panjang. Edukasi tentang bahaya rokok sangat penting, apalagi jika dikaitkan dengan stunting yang banyak terjadi di daerah kita,” ujar Jamaluddin.
Diskusi yang berlangsung selama seminar menunjukkan tingginya antusiasme peserta terhadap program intervensi yang telah dijalankan.
Sejumlah perangkat desa menyampaikan masukan konstruktif terkait pelibatan lebih luas masyarakat dalam program kesehatan dan pentingnya tindak lanjut setelah mahasiswa menyelesaikan masa PBL.
Dengan semangat kolaborasi yang terbangun sejak PBL I hingga PBL III, mahasiswa FKM Unhas berharap program intervensi yang telah dijalankan tidak hanya memberikan dampak sesaat, melainkan menjadi pemicu perubahan perilaku hidup sehat yang berkelanjutan, terutama dalam mendorong rumah tangga bebas asap rokok dan pencegahan stunting di Desa Tombo-Tombolo. (*)














