Berita

Bahas Produk Unggulan Desa Bersama Menkop, Ketua Apdesi Sulsel Bawa Kopi Toraja Utara

Tim Redaksi
×

Bahas Produk Unggulan Desa Bersama Menkop, Ketua Apdesi Sulsel Bawa Kopi Toraja Utara

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR – Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Sulawesi Selatan, Andi Sri Rahayu Usmi, bersama sejumlah ketua Apdesi dari berbagai provinsi, melakukan audiensi dengan Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi, di Jakarta, Jumat (8/7/2025).

Pertemuan tersebut juga dihadiri Ketua Umum Apdesi, Andi Surta Wijaya. Dalam pertemuan itu, Sri Rahayu membawa kopi asal Toraja Utara sebagai salah satu produk unggulan desa di Sulsel.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Menteri Koperasi pun berkesempatan menjajal dan memberikan apresiasi atas produk lokal khas tersebut.

“Alhamdulillah, Pak Menteri menyukai kopi Toraja Utara yang kami bawa. Beliau mengatakan kehadiran Koperasi Desa atau Kopdes ini akan menjadi ruang pemasaran produk-produk lokal kita. Tinggal kemasannya saja yang harus kita perbaiki agar tampil lebih menarik,” ujar Sri Rahayu.

Sri Rahayu menjelaskan, apresiasi dari Menkop ini menjadi dorongan bagi Apdesi Sulsel untuk memperkuat pengelolaan dan pemasaran produk desa.

“Kopi ini hanya salah satu contoh. Kita punya banyak sekali potensi desa yang bisa kita dorong ke pasar nasional bahkan internasional. Intinya, desa harus berani tampil dan bersaing,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah desa, koperasi, dan pelaku usaha lokal menjadi kunci sukses pemasaran produk desa.

“Kalau kemasan, kualitas, dan akses pasar kita kuatkan bersama, produk desa tidak akan kalah dengan produk dari luar. Inilah semangat yang ingin kita bawa dari desa untuk Indonesia,” tegasnya.

Menteri Koperasi, Budi Arie Setiadi, dalam kesempatan itu memberikan dukungannya terhadap peran Kopdes sebagai penggerak ekonomi desa. Ia menilai potensi produk lokal, seperti kopi Toraja, sangat besar untuk dikembangkan asalkan memiliki strategi pemasaran yang baik.

Audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal bagi Apdesi dalam memperluas jejaring pemasaran dan meningkatkan nilai tambah produk unggulan desa di seluruh Indonesia. (*)