Berita

Pegunungan Latimojong Terancam Aktivitas Pertambangan, Tokoh Masyarakat Serukan Penyelamatan

Tim Redaksi
×

Pegunungan Latimojong Terancam Aktivitas Pertambangan, Tokoh Masyarakat Serukan Penyelamatan

Sebarkan artikel ini
Husba Phada berfoto dengan Latar Belakang Gunung Latimojong Kabupaten Luwu
Husba Phada berfoto dengan Latar Belakang Gunung Latimojong Kabupaten Luwu (Foto: IST)

LUWU — Pegunungan Latimojong, yang dikenal sebagai “permata hijau” Sulawesi Selatan, kini menghadapi ancaman serius akibat maraknya aktivitas pertambangan.

Kawasan yang menjadi hulu sejumlah sungai besar di Luwu ini dikhawatirkan akan mengalami kerusakan ekologis yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

Wakil Ketua Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Luwu (BPW KKLR), Husba Phada, menegaskan bahwa Latimojong bukan hanya sekadar gunung, melainkan benteng alam yang menopang kesejahteraan warga.

“Hutan Latimojong berfungsi sebagai spons raksasa yang menyerap air hujan, mencegah erosi, dan meredam banjir. Jika hutan ini rusak, bencana tak terhindarkan,” ujarnya, Senin (23/9/2025).

Menurutnya, Kecamatan Latimojong selama ini merasakan langsung manfaat kelestarian hutan. Warga di kawasan kaki gunung hidup berdampingan dengan alam, memanfaatkan sumber daya secara bijak, sekaligus menjaga kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun.

Namun, ancaman dari aktivitas pertambangan semakin nyata. Pembukaan lahan, penebangan liar, dan pencemaran sungai akibat limbah tambang dinilai sebagai “bom waktu” yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem.

“Menambang di Latimojong sama saja dengan menambang bencana. Keuntungan sesaat dari pertambangan tidak sebanding dengan kerugian ekologis dan sosial yang ditimbulkan,” tegas Husba.

Ia mengingatkan, berbagai pakar pembangunan telah lama mengkritisi model pertumbuhan ekonomi yang hanya menekankan industrialisasi dan eksploitasi sumber daya alam tanpa memperhatikan aspek sosial-ekologis.

Konsep pembangunan berkelanjutan, kata dia, seharusnya menjadi rujukan utama dalam menjaga Latimojong.

Husba menyerukan agar pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha bersinergi mencari solusi berkelanjutan.

“Penyelamatan Latimojong bukan hanya soal menjaga hutan, tetapi juga memperjuangkan keadilan ekologis untuk generasi mendatang,” tambahnya.

Pegunungan Latimojong terletak di jantung Sulawesi Selatan dan menjadi hulu sejumlah sungai penting, termasuk Sungai Suso, yang menjadi tumpuan kebutuhan air bersih dan pertanian warga Luwu.

Kerusakan kawasan ini dikhawatirkan akan berdampak pada meningkatnya banjir, pencemaran air, hingga menurunnya kesuburan lahan pertanian. (*)