MAKASSAR — Australia International College Business and Technology (AICBT) memperluas jangkauan informasi mengenai program pendidikan internasional berbasis vokasi dengan menggelar sosialisasi bersama sekolah dan universitas se-Sulawesi Selatan.
Kegiatan berlangsung di Hotel Claro Makassar pada Jumat (14/11/2025) dan diikuti puluhan lembaga pendidikan dari berbagai wilayah.
Sosialisasi ini menghadirkan perwakilan universitas, lembaga pendidikan khusus, serta SMA dan SMK dari kabupaten/kota di Sulawesi Selatan. Momen ini menjadi ruang bagi AICBT untuk menjelaskan peluang dan kemudahan bagi siswa Indonesia yang ingin menempuh pendidikan di Australia melalui pendekatan akademik yang terintegrasi dengan dunia industri.
Representatif AICBT Makassar, Ratu Noorita, menuturkan bahwa kegiatan ini digelar untuk memberikan pemahaman mendalam terkait sistem pembelajaran dan peluang yang disediakan AICBT bagi calon mahasiswa internasional, khususnya dari Indonesia.
“Siswa di Australia tidak hanya menerima materi akademik, tapi juga diarahkan untuk terjun langsung ke dunia industri. Hal ini membantu mereka mandiri selama studi karena dapat bekerja sambil belajar dan menghasilkan pendapatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa animo lembaga pendidikan di Sulawesi Selatan cukup tinggi. Meski sosialisasi disiapkan dalam waktu singkat, tercatat 65 SMA, 7 SMK, dan sekitar 15 universitas telah terdaftar sebagai peserta. Sejumlah di antaranya juga telah mengirimkan siswa untuk mengikuti program AICBT di Australia.
Akademisi Prof. Ir. H. Jasruddin Daud mengapresiasi langkah AICBT memperkenalkan model pendidikan vokasi berbasis industri kepada siswa di Sulawesi Selatan. Menurutnya, konsep tersebut menjawab kebutuhan masa depan yang mengutamakan keterampilan praktis.
“Kurikulum AICBT mengombinasikan 30 persen akademik dan 70 persen praktik. Ini benar-benar menerapkan prinsip vokasi yang sesungguhnya, di mana siswa tidak hanya belajar teori tetapi juga ditempa melalui pengalaman kerja nyata,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa hingga kini masih banyak pelajar dan orang tua yang memiliki keinginan kuat untuk menempuh pendidikan global namun belum memahami jalur yang dapat ditempuh. Sosialisasi semacam ini diharapkan menjadi jembatan informasi yang lebih efektif.
“Harapan kami, sekolah dapat menyampaikan informasi ini kepada siswa dan orang tua. Banyak yang ingin belajar ke luar negeri tapi tidak tahu bagaimana memulainya. Program ini bisa menjadi solusi itu,” bebernya.
AICBT Fokus Bantu Anak Indonesia Lebih Kompeten
Dalam kesempatan tersebut, CEO AICBT Australia, Wan Chen, menegaskan bahwa komitmen AICBT adalah membantu generasi muda Indonesia menjadi lebih kompeten di tengah perubahan global yang cepat.
“Dunia berubah dengan teknologi, perilaku, dan pola pikir baru. Cita-cita saya adalah membantu anak-anak Indonesia agar lebih siap menghadapi perubahan itu,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa AICBT ingin membuka kesempatan bagi seluruh anak Indonesia, tanpa memandang latar belakang atau asal daerah.
“Kami ingin menghapus stigma bahwa anak dari desa tidak bisa berkompetisi secara global. Indonesia adalah negara dengan populasi besar, dan potensinya luar biasa. Kami ingin memberi peluang yang sama bagi semuanya,” terangnya.
Wan Chen menegaskan bahwa visi AICBT bukan semata bisnis, melainkan misi sosial untuk memperluas akses pendidikan berkualitas.
“Intinya, saya ingin membantu sebanyak-banyaknya. Ini bukan soal profit, tapi soal memberikan kesempatan,” jelas dia.
Sementara itu, Country Director AICBT, Kurniawan, mengungkapkan bahwa salah satu keunggulan AICBT adalah keringanan biaya yang ditawarkan, bahkan bisa setara dengan biaya kuliah di perguruan tinggi dalam negeri.
“Biaya kami jauh lebih terjangkau dibandingkan institusi pendidikan internasional lain. Bahkan bisa dikatakan hampir sama dengan perguruan tinggi di dalam negeri,” tuturnya.
Untuk mempermudah pembiayaan, AICBT juga telah bekerja sama dengan sejumlah bank yang dapat menyediakan skema pembayaran yang meringankan.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa mahasiswa program AICBT juga akan mendapat pengalaman kerja saat tiba di Australia.
“Peserta program tidak hanya belajar, tapi langsung mendapatkan akses pengalaman kerja. Dengan gaji yang mereka peroleh, mahasiswa bisa mandiri dan membiayai kuliahnya sendiri,” jelasnya.
Mudah Diakses, Relevan dengan Dunia Kerja
Program AICBT dinilai relevan dengan kebutuhan industri saat ini, karena memberikan porsi besar pada praktik kerja. Dengan demikian, lulusan diharapkan memiliki kesiapan yang lebih kuat menghadapi dunia kerja global.
Sosialisasi ini menjadi langkah strategis AICBT dalam memperluas akses informasi dan membuka peluang bagi pelajar di Sulawesi Selatan untuk menempuh pendidikan internasional yang terjangkau dan berorientasi pada keterampilan.
Kegiatan di Hotel Claro tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama antara lembaga pendidikan di Sulsel dan AICBT dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang kompetitif secara global. (*)


























