MAKASSAR — Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Selatan, Prof. KH Hamzah Harun Al Rasyid, mengeluarkan imbauan resmi kepada warga Nahdliyyin terkait dinamika yang belakangan terjadi di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Imbauan tersebut disampaikan sebagai upaya menjaga ketenangan, persatuan, dan keluhuran adab dalam menyikapi perbedaan.
Prof. Hamzah menegaskan bahwa situasi yang berkembang di tingkat pusat menjadi perhatian masyarakat NU di berbagai daerah, termasuk Sulawesi Selatan.
Menurutnya, kondisi itu sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga ketenteraman batin serta memperkuat ukhuwah di lingkungan Nahdliyyin.
“NU sebagai jam’iyyah diniyyah ijtima’iyyah selalu bertumpu pada hikmah para ulama dan nilai Ahlussunnah wal Jama’ah yang menjunjung tasamuh, tawazun, tawassuth, dan i’tidal,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (25/11/2025).
Dalam surat imbauan tersebut, PWNU Sulsel menyampaikan empat poin seruan:
• Mengajak seluruh jam’iyyah dan jamaah NU untuk menahan diri dari sikap maupun ucapan yang dapat memicu kegaduhan, serta tetap menjaga ketenteraman dan ukhuwah dalam merespons dinamika internal PBNU.
• Memohon peran para kiai sepuh, masyayikh, dan Mustasyar agar memberikan tuntunan dan kebijaksanaan menuju upaya ishlah demi kemaslahatan umat, keutuhan jamaah, serta terjaganya marwah organisasi.
• Mengimbau warga NU untuk menjunjung tinggi adab dan akhlak organisasi, menjauhi prasangka buruk, serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
• Menekankan pentingnya keteduhan dan kesantunan, selaras dengan karakter masyarakat Sulawesi Selatan yang menjunjung nilai pangngadereng/pangngadakkang dan tradisi keluhuran akhlak yang hidup dalam lingkungan pesantren dan warga Nahdliyyin.
Prof. Hamzah menegaskan bahwa imbauan tersebut merupakan ikhtiar PWNU Sulsel untuk meneguhkan kembali pentingnya persatuan dan ketenangan dalam kehidupan berorganisasi.
“Semoga Allah SWT memberikan kemudahan, membuka pintu-pintu kebaikan, dan menjaga kita semua dalam limpahan rahmat-Nya,” tutupnya. (*)

















