MAKASSAR, – Pusat Studi Perubahan Iklim (PSPI) Universitas Hasanuddin bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan Hanns Seidel Foundation (HSF) menggelar pembekalan bagi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Perubahan Iklim.
Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas mahasiswa sebagai agen perubahan dalam mitigasi dan adaptasi iklim, khususnya di wilayah pesisir Kota Makassar.
Kegiatan bertema “Sinergi Multi Pihak dalam Merumuskan Program Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim di Kota Makassar: dari Kebijakan Regional Menuju Aksi Komunitas Pesisir” ini dibuka oleh perwakilan HSF Nila Puspita, Kepala PSPI Unhas Ir. M. Rijal Idrus, MSc., PhD, serta Direktur Transformasi Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran (TRANSDIVA) Unhas Ir. Sahriyanti Saad, S.Hut., M.Si., Ph.D.
Dalam sesi pagi yang dipandu oleh Zabhika Dinda Istnaeni, S.Pi., M.Si., peserta mendapatkan pemahaman mengenai kerangka kebijakan iklim global dan nasional.
Irawan Asaad, ST., M.Sc., Ph.D., dari KLH memaparkan peran mahasiswa dalam mendukung komitmen Nationally Determined Contribution (NDC) dan pelaksanaan Program Kampung Iklim (ProKlim).
Materi dilanjutkan oleh Prof. Nita Rukminasari, SPi., MP., Ph.D., yang menekankan pentingnya strategi adaptasi berbasis ekosistem, seperti restorasi mangrove dan climate-smart aquaculture.
“Pendekatan ini dinilai relevan karena lokasi KKN mahasiswa berada di kawasan pesisir yang termasuk wilayah rawan perubahan iklim,” ucapnya.
Analisis dampak regional turut dijabarkan oleh Andi Haerul, S.Kel., M.Si., dan Andi Annisar Dzati Iffah, S.Kel., M.Si., mencakup proyeksi kenaikan muka air laut dan ancaman cuaca ekstrem di Makassar.
Sesi teknis ditutup oleh Dr. Athira Rinandha dan Dr. Ir. Syarifuddin Mabe Parenreng yang membekali mahasiswa terkait metodologi program serta strategi keberlanjutan kegiatan pasca-KKN.
Sesi siang menghadirkan Cengkerama Nasional tentang Perubahan Iklim, dibuka kembali oleh Irawan Asaad dan dimoderatori Wisnu Murti, S.Hut., M.Ec.Dev., MPP. Forum ini mempertemukan mahasiswa dengan praktisi dan komunitas lokal untuk memperdalam pemahaman terkait kerja-kerja lingkungan di tingkat tapak.
Yusran Nurdin Massa, S.Kel., M.Si., Kepala Yayasan Hutan Biru, memaparkan teknis restorasi ekosistem pesisir. Mahasiswa juga mendengar pengalaman langsung dari Komunitas Anak Sungai Rammang-Rammang mengenai implementasi ProKlim, serta pemaparan Andi Nurdianza dari Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar terkait pengelolaan sampah melalui gerakan Bank Sampah.
Kepala PSPI Unhas Ir. M. Rijal Idrus, MSc., PhD mengatakan, melalui rangkaian pembekalan ini, mahasiswa KKN Tematik Unhas diharapkan dapat menjadi penghubung antara agenda pemerintah dalam menghadapi perubahan iklim dengan kebutuhan konkret masyarakat pesisir.
“Kehadiran mereka bukan sekadar menjalankan kewajiban akademik, tetapi berperan sebagai katalisator yang dapat mendorong aksi iklim berkelanjutan,” pungkasnya.
Diketahui, Pusat Studi Perubahan Iklim Universitas Hasanuddin merupakan lembaga riset yang fokus pada isu perubahan iklim di wilayah maritim Indonesia dengan pendekatan multidisiplin, mulai dari kajian ilmiah hingga aksi pengabdian masyarakat. (*)


























