BONE — Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Hasanuddin (Unhas) meluncurkan inovasi teknologi tepat guna berupa mesin cacah terintegrasi dengan bak fermentasi mobile untuk membantu peternak sapi di Desa Sanrego, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone.
Program ini dikembangkan melalui skema Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPMU–PPUPIK) bekerja sama dengan CV. Reza sebagai mitra industri.
Ketua Tim Pengabdian, Fauzan, ST., MT., Ph.D., menjelaskan bahwa mesin tersebut merupakan hasil redesain dari produk sebelumnya agar lebih efisien, mudah dioperasikan, dan sesuai kebutuhan peternak di lapangan.
“Redesain ini merupakan bentuk hilirisasi produk intelektual kampus agar bermanfaat langsung bagi peternak lokal. Dengan dukungan mitra CV. Reza, kami optimistis inovasi ini akan memberi dampak signifikan bagi pengembangan usaha peternakan di Bone,” ujarnya, Kamis (9/10).
Mesin tersebut tidak hanya berfungsi mencacah hijauan pakan ternak, tetapi juga langsung mengolah hasil cacahan dalam bak fermentasi yang bersifat mobile.
Dengan rancangan ini, peternak dapat memproduksi silase berkualitas tinggi di lokasi mana pun tanpa bergantung pada fasilitas tetap.
Pimpinan CV. Reza menyambut baik kolaborasi ini dan menilai program tersebut menjawab kebutuhan mendesak peternak.
“Selama ini peternak menghadapi keterbatasan sarana dalam menyiapkan pakan berkualitas, terutama saat musim kemarau. Kehadiran mesin ini diharapkan mampu menekan biaya pakan dan meningkatkan kemandirian peternak,” tuturnya.
Program PPMU–PPUPIK ini sekaligus mempertegas peran perguruan tinggi dalam menjembatani inovasi akademik dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui kemitraan antara universitas, pelaku usaha, dan komunitas peternak, Unhas berharap inovasi mesin cacah-fermentasi mobile ini dapat menjadi model penerapan teknologi tepat guna untuk peningkatan produktivitas dan kesejahteraan peternak di wilayah Bone dan sekitarnya. (*)


























