Berita

Diskusi Kebencanaa Belajar dari Sumatera, Unhas dan BMKG Ingatkan Sulsel Waspadai Puncak Hujan

Tim Redaksi
×

Diskusi Kebencanaa Belajar dari Sumatera, Unhas dan BMKG Ingatkan Sulsel Waspadai Puncak Hujan

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR – Pusat Studi Kebencanaan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar diskusi kebencanaan bertajuk “Pelajaran dari Bencana Sumatera untuk Sulawesi” secara hybrid, Selasa (9/12/2025).

Kegiatan ini dipimpin langsung Ketua Pusat Studi Kebencanaan LPPM Unhas, Ilham Alimuddin. Ia menjelaskan, kejadian bencana yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera menjadi pengingat penting bagi daerah lain, termasuk Sulawesi Selatan.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

“Bencana di Sumatera jadi pelajaran bagi kita semua. Ini menjadi latar belakang kita menggelar diskusi kebencanaan, sekaligus sebagai refleksi agar Sulawesi tetap siap siaga,” ujarnya.

Dalam diskusi tersebut, Kepala BMKG Stasiun Sulawesi Selatan, Ayi Sudrajat, turut memberikan gambaran kondisi kebencanaan di wilayah Sulsel.
“Di Sulawesi Selatan tren bencana luar biasa, seperti banjir di sejumlah daerah,” kata Ayi.

Ia menambahkan, Sulsel mengalami banjir besar di akhir 2024 dan kembali terdampak di 2025, terutama wilayah bagian utara. Kejadian di Sumatera, lanjutnya, juga menjadi fenomena yang perlu dicermati karena berkaitan dengan dinamika cuaca ekstrem.

Ayi menjelaskan bahwa musim hujan di Sulsel umumnya berlangsung pada Oktober–Desember. Namun, pada tahun ini puncak hujan bergeser ke Desember.

“Tentu ini harus kita waspadai bersama,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi, BMKG terus meningkatkan upaya mitigasi, termasuk memberikan sosialisasi dan peringatan dini kepada masyarakat jauh sebelum potensi bencana terjadi.

“Kami berupaya memastikan masyarakat mendapatkan informasi lebih cepat agar bisa mengambil langkah penyelamatan,” pungkas Ayi. (*)