Internasional

Lautan Pelayat Iringi Hari Pertama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei di Teheran

Tim Redaksi
×

Lautan Pelayat Iringi Hari Pertama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei di Teheran

Sebarkan artikel ini
Lautan Pelayat Iringi Hari Pertama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei di Teheran
Lautan Pelayat Iringi Hari Pertama Prosesi Pemakaman Ali Khamenei di Teheran pada Sabtu (4/7/2026).

TEHERAN – Iran resmi memulai rangkaian prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei, pada Sabtu (4/7/2026). Ribuan warga memadati kawasan Masjid Agung Imam Khomeini Mosalla di Teheran untuk memberikan penghormatan terakhir kepada tokoh yang memimpin Republik Islam Iran selama lebih dari tiga dekade.

Prosesi penghormatan dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, diikuti lagu kebangsaan Iran dan khotbah keagamaan. Jenazah Khamenei disemayamkan dalam peti kaca di ruang utama kompleks Mosalla sehingga masyarakat dapat memberikan penghormatan secara langsung.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pemerintah Iran menjadwalkan rangkaian upacara berlangsung selama enam hari. Setelah prosesi penghormatan publik di Teheran, jenazah akan dibawa ke Kota Qom, kemudian melintasi Irak sebelum dimakamkan di Kompleks Makam Imam Ali Reza, Kota Mashhad, pada 9 Juli 2026.

Hari pertama prosesi juga dihadiri sejumlah delegasi luar negeri. Di antara tamu yang hadir ialah Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev, Wakil Presiden Turki Cevdet Yilmaz, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, serta sejumlah pejabat tinggi dari Irak dan negara-negara kawasan. Kehadiran mereka mencerminkan besarnya perhatian internasional terhadap peristiwa yang menjadi salah satu momen politik paling penting di Iran tahun ini.

Pemerintah Iran memperkirakan jutaan warga akan mengikuti seluruh rangkaian pemakaman. Berbagai persiapan telah dilakukan, termasuk pengamanan berskala besar dan penambahan layanan transportasi menuju Mashhad untuk mengakomodasi lonjakan pelayat.

Ayatollah Ali Khamenei meninggal dunia pada akhir Februari 2026 setelah serangan udara yang dikaitkan dengan operasi militer Amerika Serikat dan Israel. Kepergiannya menandai berakhirnya kepemimpinan selama 36 tahun dan membuka babak baru dalam dinamika politik serta keamanan Republik Islam Iran. (*)