Luwu Raya

Listan: Awas Ada Penumpang Gelap dalam Perjuangan Provinsi Luwu Raya!

Tim Redaksi
×

Listan: Awas Ada Penumpang Gelap dalam Perjuangan Provinsi Luwu Raya!

Sebarkan artikel ini
Listan, tokoh pemuda Luwu Raya
Listan, tokoh pemuda Luwu Raya (Foto: SulselNow.com)

LUWU – Tokoh pemuda Luwu Raya, Listan, mengingatkan seluruh masyarakat, khususnya Wija to Luwu, agar mewaspadai potensi munculnya “penumpang gelap” yang dapat membelokkan arah perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya.

Peringatan itu disampaikannya menyusul semakin menguatnya sinyal dukungan pemerintah pusat terhadap agenda pembentukan daerah otonom baru tersebut.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dalam keterangannya di Belopa, Sabtu (18/7/2026), Listan mengatakan perjuangan Provinsi Luwu Raya kini memasuki fase yang semakin menentukan.

Karena itu, ia meminta seluruh elemen masyarakat tetap menjaga soliditas dan konsisten pada garis perjuangan yang telah dibangun selama puluhan tahun.

“Semakin dekat cita-cita itu terwujud, kita justru harus semakin waspada. Jangan sampai ada penumpang gelap yang mencoba menyusup dan membelokkan arah perjuangan Provinsi Luwu Raya,” ujar Listan.

Menurutnya, optimisme itu tidak lepas dari langkah Tim Pemekaran Badan Pekerja Pembentukan Daerah Otonom Baru (BPP DOB) Provinsi Luwu Raya yang baru-baru ini melakukan audiensi dengan Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman.

Listan mengapresiasi pertemuan tersebut dan menyebutnya sebagai kemajuan besar karena untuk pertama kalinya perjuangan Provinsi Luwu Raya semakin ditempatkan dalam kerangka kepentingan strategis nasional.

“Ini adalah langkah yang sangat maju. Perjuangan Provinsi Luwu Raya kini mendapat perhatian di level yang lebih strategis. Tentu ini menjadi harapan baru bahwa cita-cita masyarakat Luwu Raya semakin mendekati kenyataan,” katanya.

Di tengah perkembangan positif tersebut, Listan mengaku mencermati munculnya kembali wacana yang dinilainya berpotensi mengaburkan substansi perjuangan, yakni usulan memasukkan wilayah Toraja ke dalam Provinsi Luwu Raya.

Wacana itu kembali mengemuka setelah adanya usulan yang disampaikan anggota DPR RI Frederick Kalalembang kepada Kepala Staf Kepresidenan pada Sabtu (18/7/2026).

Menurut Listan, usulan tersebut tidak pernah menjadi bagian dari perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya yang selama ini diperjuangkan oleh masyarakat Luwu.

“Tidak ada Toraja dalam agenda pembentukan Provinsi Luwu Raya. Hanya ada Luwu, Palopo, Luwu Tengah, Luwu Utara dan Luwu Timur. Itu sudah final dan menjadi kesepakatan dalam perjuangan yang telah dibangun selama ini. Jangan sampai muncul agenda-agenda baru yang justru mengaburkan tujuan utama perjuangan,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh Wija to Luwu untuk tetap fokus mengawal agenda pembentukan Provinsi Luwu Raya sesuai desain awal yang telah diperjuangkan selama bertahun-tahun, sekaligus menghormati aspirasi daerah lain yang memiliki agenda perjuangannya masing-masing.

“Perjuangan ini memiliki sejarah panjang dan lahir dari aspirasi masyarakat Luwu Raya sendiri. Karena itu, mari kita jaga bersama agar tetap berada pada relnya sampai Provinsi Luwu Raya benar-benar terwujud,” pungkasnya. (*)