Berita

Perkuat Surveilans Kesehatan Pascagempa NTT, FETP Unhas Kirim Dua Mahasiswa ke Manggarai Barat

Tim Redaksi
×

Perkuat Surveilans Kesehatan Pascagempa NTT, FETP Unhas Kirim Dua Mahasiswa ke Manggarai Barat

Sebarkan artikel ini
FETP Unhas Kirim Dua Mahasiswa ke Manggarai Barat

MAKASSAR — Dua mahasiswa Field Epidemiology Training Program (FETP) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin diterjunkan ke Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, untuk memperkuat sistem surveilans kesehatan pascagempa bumi yang mengguncang wilayah tersebut pada 15 Agustus 2026.

Penugasan yang berlangsung pada 27 Agustus hingga 9 September 2026 itu merupakan bagian dari respons cepat Kementerian Kesehatan RI melalui Direktorat Surveilans dan Karantina Kesehatan.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dalam situasi pascabencana, kedua mahasiswa tersebut akan membantu pelaksanaan penguatan surveilans dan Penyelidikan Epidemiologi (PE), khususnya terhadap penyakit yang berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) atau wabah.

Kebutuhan penguatan tenaga epidemiologi muncul setelah gempa bumi menimbulkan dampak terhadap kondisi kesehatan masyarakat sekaligus melemahkan fungsi sistem surveilans di wilayah terdampak.

Kondisi pengungsian, perubahan lingkungan, hingga keterbatasan sanitasi menjadi sejumlah faktor yang memerlukan perhatian dalam mendeteksi potensi munculnya penyakit menular.

Kementerian Kesehatan sebelumnya menyampaikan permohonan resmi kepada enam perguruan tinggi mitra FETP di Indonesia, termasuk Universitas Hasanuddin, untuk mengerahkan mahasiswa sebagai tenaga bantuan epidemiologi di wilayah terdampak.

Selain Manggarai Barat, penugasan mahasiswa FETP juga dilakukan di lima kabupaten lain di Nusa Tenggara Timur, yakni Ende, Manggarai, Manggarai Timur, Sikka, dan Ngada.

Kegiatan tersebut didukung melalui Hibah Co-Ag CDC tahun 2026 dengan melibatkan enam perguruan tinggi mitra FETP, yakni Universitas Gadjah Mada, Universitas Udayana, Universitas Airlangga, Universitas Hasanuddin, Universitas Diponegoro, dan Universitas Andalas.

Fokus pada Deteksi Dini Potensi KLB

Selama bertugas, mahasiswa FETP Unhas akan menjalankan sejumlah peran strategis untuk mendukung pemulihan dan penguatan sistem surveilans kesehatan di Kabupaten Manggarai Barat.

Salah satu fokus utama adalah pelaksanaan Penyelidikan Epidemiologi terhadap penyakit yang berpotensi berkembang menjadi KLB atau wabah di tengah situasi pascagempa.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan dapat membantu memastikan adanya deteksi dini terhadap potensi masalah kesehatan yang muncul di masyarakat.

Penugasan ini juga menjadi bagian dari pembelajaran lapangan mahasiswa FETP dalam menghadapi situasi kedaruratan kesehatan secara langsung.

FKM Unhas berharap pengalaman tersebut dapat memperkuat kemampuan mahasiswa dalam menerapkan keilmuan epidemiologi, mulai dari pengumpulan data, analisis situasi kesehatan, hingga koordinasi penanganan di lapangan.

Dekan FKM Unhas, Ansariadi, melepas keberangkatan kedua mahasiswa tersebut dengan pesan agar mereka mengedepankan koordinasi dan kolaborasi dengan seluruh pihak yang telah bekerja di wilayah terdampak.

“Begitu sampai di lokasi, utamakan kolaborasi dan koordinasi dengan seluruh pihak terkait. Pelajari dulu apa yang sudah dilakukan sejak gempa pertama kali terjadi hingga hari ini, agar bantuan yang kita berikan benar-benar menyambung dengan upaya yang sudah berjalan, bukan tumpang tindih,” ujar Ansariadi.

Menurut dia, pemahaman terhadap situasi dan langkah penanganan yang telah dilakukan menjadi penting agar kehadiran tenaga bantuan dapat memberikan kontribusi yang efektif.

Jejaring FETP Turut Terlibat

Penugasan ini juga diperkuat oleh keterlibatan salah seorang alumnus FETP Unhas yang kini berkarier sebagai pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka.

Alumnus tersebut terlibat sebagai mentor dalam kegiatan dan memberikan pendampingan kepada mahasiswa selama menjalankan tugas di lapangan.

Keterlibatan purnamahasiswa itu menjadi bagian dari keberlanjutan jejaring keilmuan FETP, di mana alumni turut berperan dalam membina dan mendukung generasi penerusnya, terutama dalam penanganan situasi kedaruratan kesehatan.

Melalui penugasan tersebut, mahasiswa FETP Unhas tidak hanya menjalankan peran sebagai pembelajar di lingkungan akademik, tetapi juga terlibat langsung dalam penguatan sistem kesehatan masyarakat pada situasi krisis.

FKM Unhas berharap kontribusi dua mahasiswa tersebut dapat mendukung percepatan pemulihan sistem surveilans kesehatan di Kabupaten Manggarai Barat sekaligus memperkuat upaya deteksi dini terhadap potensi KLB dan wabah pascagempa.

Penugasan ini sekaligus memberikan pengalaman lapangan yang strategis bagi mahasiswa FETP Unhas dalam menghadapi persoalan kesehatan masyarakat di tengah situasi kedaruratan yang nyata. (*)