LUWU UTARA – Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, mengajak masyarakat memperkuat ikhtiar spiritual melalui Sholat Istisqa untuk memohon turunnya hujan yang membawa berkah di tengah kemarau panjang yang berdampak pada ketersediaan air dan aktivitas pertanian.
Ajakan tersebut disampaikan saat pelaksanaan Sholat Istisqa di Lapangan Taman Siswa (Tamsis), Kelurahan Kappuna, Kecamatan Masamba, Senin (26/10/2026).
Kegiatan ini menjadi ikhtiar bersama pemerintah daerah dan masyarakat untuk memohon pertolongan Allah SWT agar hujan segera turun dan membawa manfaat bagi kehidupan warga.
Dalam sambutannya, Andi Abdullah Rahim mengajak umat Islam melaksanakan Sholat Istisqa sesuai tuntunan syariat serta memanjatkan doa dengan penuh keikhlasan.
“Semoga Allah SWT memberikan kita hujan yang bermanfaat, hujan yang membawa berkah, dan hujan yang membawa kesejahteraan bagi masyarakat Luwu Utara,” ujarnya.
Kemarau Berdampak pada Kebutuhan Air dan Pertanian
Andi Rahim menyampaikan bahwa kemarau panjang telah memengaruhi aktivitas masyarakat, terutama dalam pemenuhan kebutuhan air dan keberlangsungan sektor pertanian.
Karena itu, ia berharap hujan yang turun dapat membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat, menjaga kondisi lahan pertanian, serta mendukung aktivitas para petani di Kabupaten Luwu Utara.
Bupati juga mengungkapkan rasa syukur karena hujan mulai turun di sejumlah wilayah Luwu Utara sebelum pelaksanaan Sholat Istisqa. Ia berharap kondisi tersebut menjadi berkah bagi masyarakat sekaligus membantu mengurangi dampak kekeringan.
Ikhtiar Spiritual Harus Diiringi Kepedulian Lingkungan
Selain mengajak masyarakat memperkuat doa, Andi Rahim mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian alam dan menggunakan air secara bijak, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun kegiatan pertanian.
Menurutnya, air merupakan sumber kehidupan yang harus dijaga bersama agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
“Alam ini harus kita jaga. Air yang menjadi sumber kehidupan adalah berkah yang harus kita jaga, bukan kita ingkari dan kita hancurkan,” tegasnya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa upaya menghadapi dampak kemarau tidak hanya dilakukan melalui ikhtiar spiritual, tetapi juga perlu disertai kepedulian terhadap lingkungan dan pelestarian sumber air.
Pelaksanaan Sholat Istisqa ini dihadiri Wakil Bupati Luwu Utara, Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu Utara Makole Baebunta, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), TNI/Polri, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, aparatur sipil negara (ASN), serta siswa-siswi SD dan SMP.
Melalui ikhtiar bersama ini, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara berharap masyarakat semakin memperkuat keimanan, menjaga kebersamaan, dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Upaya tersebut diharapkan turut mendukung keberlangsungan pertanian dan kesejahteraan masyarakat di tengah kondisi kemarau. (*)

























