Luwu Utara

Luwu Utara Bidik Jepang, 70 Calon Tenaga Kerja Ikuti Sosialisasi Program Internasional

Tim Redaksi
×

Luwu Utara Bidik Jepang, 70 Calon Tenaga Kerja Ikuti Sosialisasi Program Internasional

Sebarkan artikel ini
70 Peserta Ikuti Sosialisasi Program Kerja ke Jepang

LUWU UTARA — Pemerintah Kabupaten Luwu Utara mulai mematangkan langkah membuka akses kerja ke Jepang. Sebanyak 70 calon tenaga kerja mengikuti sosialisasi program kerja luar negeri yang digelar di Aula Lagaligo, Kantor Bupati Luwu Utara, Jumat (27/2).

Program ini menjadi bagian dari strategi daerah dalam meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia (SDM), sekaligus menempatkan Luwu Utara sebagai pelopor pengiriman tenaga kerja ke Jepang di Sulawesi Selatan.

Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, menekankan pentingnya komitmen penuh dari seluruh peserta. Ia mengingatkan bahwa program tersebut bukan sekadar peluang kerja, tetapi juga menyangkut nama baik daerah.

“Program ini tidak boleh gagal. Kalau tidak serius, lebih baik mundur sekarang. Pemerintah daerah sudah menyiapkan anggaran dan kami targetkan minimal ada yang berangkat tahun ini,” ujar Andi Abdullah Rahim dalam arahannya.

Menurutnya, peserta yang lolos hingga tahap pemberangkatan nantinya akan menjadi representasi Luwu Utara di kancah internasional.

“Kalian adalah duta Luwu Utara. Jaga nama baik daerah dan bangsa, serta tunjukkan bahwa tenaga kerja kita mampu bersaing dan bekerja dengan disiplin di Jepang,” tegasnya.

Pembekalan Administrasi hingga Mental

Sementara itu, Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Luwu Utara, Arief R. Palallo, menjelaskan sosialisasi tersebut dirancang untuk memberikan gambaran utuh mengenai seluruh tahapan program.

Peserta, kata dia, harus memahami proses mulai dari kelengkapan administrasi, pelatihan bahasa Jepang, hingga mekanisme penempatan kerja.

“Sosialisasi ini penting agar peserta memahami seluruh proses, mulai dari persyaratan administrasi, pelatihan bahasa, hingga mekanisme penempatan kerja di Jepang,” jelas Arief.

Ia menegaskan, seleksi tidak hanya berfokus pada aspek keterampilan teknis, tetapi juga kesiapan mental dan kedisiplinan.

“Yang berangkat harus benar-benar siap, baik dari sisi keterampilan, kedisiplinan, maupun komitmen mengikuti seluruh tahapan program,” tambahnya.

Akses Kerja Global

Melalui program kerja ke Jepang ini, Pemkab Luwu Utara berharap dapat membuka jalur kerja internasional secara berkelanjutan.

Selain memberi peluang ekonomi bagi masyarakat, inisiatif ini juga diharapkan mendorong peningkatan kualitas SDM daerah agar mampu bersaing di pasar global.

Dengan target minimal satu peserta diberangkatkan tahun ini, pemerintah daerah kini menunggu kesiapan para calon tenaga kerja untuk membuktikan komitmen mereka menembus pasar kerja Jepang. (*)