MAKASSAR – Banjir yang melanda Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, semakin mengkhawatirkan dengan ketinggian air mencapai dua meter, nyaris menenggelamkan rumah warga.
Pemerintah Kota Makassar pun menetapkan status tanggap darurat hingga 17 Februari untuk mempercepat penanganan bencana.
Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan “Danny” Pomanto, turun langsung ke lokasi banjir pada Kamis (13/2/2025) untuk meninjau kondisi warga.
Didampingi istrinya, Indira Yusuf Ismail, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Danny memastikan bahwa bantuan segera disalurkan kepada para korban.
“Hari ini kita melihat banjir yang luar biasa, hampir menyamai kejadian tahun 2018. Debit air meningkat dengan cepat dan tidak surut dalam waktu singkat,” ujar Danny.
Banjir ini diperparah oleh curah hujan tinggi serta pembukaan pintu bendungan Bili-bili yang menyebabkan air meluap ke pemukiman warga.
Tak hanya di Makassar, kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Maros dengan tingkat keparahan yang tinggi.
Sebagian warga memilih bertahan di lantai dua rumah mereka, meskipun air terus naik. Danny menegaskan bahwa pemerintah telah mengimbau warga untuk segera mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Sejak awal pekan, Pemkot Makassar telah menginstruksikan seluruh OPD untuk bersiaga menghadapi cuaca ekstrem yang terus terjadi.
Bantuan dari pemerintah pusat mulai berdatangan, termasuk dari Kementerian Sosial yang langsung berkoordinasi dengan Wali Kota Makassar.
“Bantuan logistik telah dikirimkan, termasuk dari Ibu Indira Ismail serta OPD yang menyediakan 1.200 nasi kotak bagi pengungsi,” tambahnya.
Terkait penyebab banjir, Danny menyoroti persoalan tata ruang sebagai faktor utama yang memperparah situasi.
Menurutnya, wilayah Antang yang sering dilanda banjir dulunya merupakan area yang tidak berpenghuni.
Namun, perkembangan perumahan yang tidak memperhitungkan aspek mitigasi bencana menyebabkan wilayah tersebut kini rawan tergenang air.
“Selama saya menjabat, saya tidak pernah mengizinkan pembangunan perumahan di daerah yang tidak layak secara mitigasi banjir,” tegasnya.
Menjelang akhir masa jabatannya, Danny berharap OPD tetap siaga menghadapi potensi cuaca ekstrem ke depan. Ia juga mengapresiasi kesabaran masyarakat dalam menghadapi situasi ini.
“Kami terus berupaya memberikan yang terbaik dalam penanganan banjir. Terima kasih kepada warga atas kesabarannya, dan kami akan terus berkoordinasi untuk mencari solusi jangka panjang,” pungkasnya. (*)


























