MAKASSAR – Setelah berbulan-bulan jabatan kepala sekolah hanya diisi oleh pelaksana harian (Plh), Pemerintah Kota Makassar akhirnya menunjuk 109 pelaksana tugas (Plt) kepala sekolah untuk jenjang SD dan SMP.
Keputusan ini diambil untuk memastikan kelancaran administrasi sekolah, terutama dalam pencairan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS).
Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto, mengungkapkan bahwa pengangkatan Plt ini mendesak dilakukan karena kewenangan Plh terbatas, termasuk dalam pencairan dana BOS yang sangat dibutuhkan sekolah untuk operasional.
“Ini kita Plt-kan karena mereka mau cairkan dana BOS, harus bayar listrik, air, WiFi, dan tenaga lainnya di sekolah. Makanya kita percepat pengisian jabatan,” ujar Danny.
Evaluasi Setiap Tiga Bulan
Langkah ini juga mendapat dukungan dari Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar, Akhmad Namsum.
Ia menyebut pengisian jabatan dengan Plt sebagai langkah yang tepat, mengingat banyak kepala sekolah sebelumnya yang telah pensiun atau berhalangan tetap.
“Jabatan Plh juga tidak bisa dijabat terlalu lama, sehingga kebijakan ini memang diperlukan,” ungkap Akhmad. Ia menambahkan bahwa para Plt akan dievaluasi setiap tiga bulan untuk memastikan efektivitas kinerja mereka di sekolah masing-masing.
Sementara itu, Plh Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Nielma Palamba, menjelaskan bahwa SK yang telah ditandatangani Wali Kota mencakup 104 Plt kepala sekolah jenjang SD dan 5 Plt jenjang SMP, dengan total keseluruhan 109 pejabat baru.
Dengan adanya penunjukan ini, Pemkot Makassar berharap seluruh sekolah dapat beroperasi lebih optimal, terutama dalam aspek administrasi dan keuangan, demi menunjang kualitas pendidikan di kota ini. (*)

























