Luwu Timur

126 Aduan Warga Tercatat, PT Vale Pastikan Pemulihan Towuti Transparan dan Akuntabel

Tim Redaksi
×

126 Aduan Warga Tercatat, PT Vale Pastikan Pemulihan Towuti Transparan dan Akuntabel

Sebarkan artikel ini
PT Vale dan Warga Perkuat Pemulihan dengan Data Ilmiah dan Gotong Royong
PT Vale dan Warga Perkuat Pemulihan dengan Data Ilmiah dan Gotong Royong (Foto: Humas PT Vale Indonesia)

LUWU TIMUR – Memasuki hari ke-15 penanganan dampak kebocoran pipa minyak di Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) menegaskan bahwa seluruh proses pemulihan dilakukan secara transparan dan akuntabel.

Hal ini ditunjukkan dengan sistem pencatatan aduan resmi warga yang hingga kini telah mencapai 126 laporan.

Dari total aduan tersebut, klasifikasi dampak yang terdata meliputi 42 lahan sawah, 28 kebun, 19 empang, serta 37 kasus terkait akses air bersih dan peternakan.

Data ini dihimpun melalui Posko Pengaduan & Informasi serta layanan hotline 24 jam yang dibuka sejak hari pertama insiden.

“Data komprehensif ini bukan hanya mencatat kerugian, tetapi menjadi dasar untuk menyusun solusi pemulihan yang adil, terukur, akuntabel, dan berbasis ilmiah,” jelas Endra Kusuma, Head of External Relation PT Vale Indonesia Tbk.

Selain fokus pada pendataan, PT Vale juga melibatkan masyarakat secara langsung dalam proses pemulihan. Selama lima hari terakhir, 60 warga Desa Lioka dan Desa Baruga bergabung dalam dua kelompok kerja bergiliran untuk membersihkan sisa minyak di sepanjang aliran sungai.

“PT Vale tidak hanya membersihkan, tapi juga mengajak kami terlibat. Kami merasa dihargai karena ikut memulihkan lahan dan air yang kami gunakan sehari-hari,” kata Ali Bastian, petani asal Dusun Molindowe.

Warga lainnya, Asrul Akhmad dari Desa Matompi, menambahkan bahwa adanya pendataan resmi membuat masyarakat yakin persoalan mereka tidak diabaikan.

“Dengan pendataan ini, ada kepastian sawah kami tercatat. Kami bersabar menunggu proses karena melihat keseriusan PT Vale dan pemerintah,” ujarnya.

PT Vale menegaskan, pendekatan terpadu berbasis data ilmiah dan gotong royong warga akan terus menjadi fondasi pemulihan di Towuti.

“Bagi kami, pemulihan ini bukan sekadar reaksi terhadap krisis, tapi momentum memperkuat solidaritas, transparansi, dan keberlanjutan kehidupan masyarakat Towuti,” tutup Endra. (*)