Berita

Mentan Amran Pastikan Kebocoran Pipa Vale Tak Ganggu Program Swasembada Pangan

Tim Redaksi
×

Mentan Amran Pastikan Kebocoran Pipa Vale Tak Ganggu Program Swasembada Pangan

Sebarkan artikel ini
Menteri Pertanian sekaligus ketua IKA Unhas, Amran Sulaiman saat menghadiri Dies Natalis Unhas ke 69.
Menteri Pertanian sekaligus ketua IKA Unhas, Amran Sulaiman saat menghadiri Dies Natalis Unhas ke 69.

MAKASSAR – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan kebocoran pipa minyak milik PT Vale Indonesia di Luwu Timur, Sulawesi Selatan, tidak akan mengganggu program swasembada pangan nasional.

Pernyataan ini ia sampaikan usai menghadiri Dies Natalis ke-69 Universitas Hasanuddin (Unhas) di Baruga AP Pettarani, Makassar, Sabtu (13/9).

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Amran menyebut luasan lahan sawah terdampak insiden tersebut relatif kecil dibanding total sawah produktif nasional. Dari sekitar 7,3 juta hektare sawah yang ada di Indonesia, lahan yang tercemar hanya 82 hektare atau setara 0,0 sekian persen.

“Itu tidak mengganggu program swasembada pangan, jumlahnya kecil. Sawah kita 7,3 juta hektare, jadi yang terdampak hanya 0,0 sekian persen,” ujar Amran.

Ia menambahkan, pemerintah justru tengah memperluas areal sawah baru sebagai bagian dari transformasi pertanian nasional.

Tahun ini, kata Amran, akan dibuka 225 ribu hektare lahan sawah baru, yang berlanjut tahun depan hingga mencapai 500 ribu hektare.

“Ini adalah langkah besar untuk membangun pertanian yang sehat dan berkeadilan,” jelasnya.

Sebelumnya, Head of Corporate Communication PT Vale Indonesia, Vanda Kusumaningrum, membenarkan adanya kebocoran pipa minyak di Desa Lioka, Kecamatan Towuti, Sabtu (23/8) pagi.

Ia mengatakan penyebab kerusakan masih dalam investigasi, namun perusahaan menegaskan fokus pada penanganan cepat dan mitigasi dampak terhadap masyarakat maupun lingkungan.

Di sisi lain, Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, memastikan pihaknya terus mengawal proses penanganan lahan terdampak. Ia menyebut total 82 hektare sawah, kebun, empang, hingga peternakan warga terkena dampak kebocoran pipa.

Irwan juga telah menggelar rapat koordinasi bersama PT Vale di Aula Kantor Camat Towuti, Jumat (5/9), yang membahas dua agenda besar: solusi teknis perbaikan pipa dan langkah taktis untuk penanganan dampak di lima desa terdampak.

“Kami fokus membicarakan dua hal, yakni penanganan kebocoran dari titik satu sampai titik tiga, serta strategi cepat bagi lima desa terdampak dengan luas total 82 hektare,” jelas Irwan.

Dengan langkah mitigasi dari PT Vale, pengawalan pemerintah daerah, serta kebijakan strategis Kementerian Pertanian, insiden ini diharapkan tidak berimplikasi besar pada ketahanan pangan nasional maupun kondisi petani setempat. (*)