Berita

Pemkot Makassar dan PMI Luncurkan Program Donor Darah Bergilir di 153 Kelurahan

Tim Redaksi
×

Pemkot Makassar dan PMI Luncurkan Program Donor Darah Bergilir di 153 Kelurahan

Sebarkan artikel ini
Pemkot Makassar-PMI Gencarkan Donor Darah Keliling Seluruh Kecamatan
Pemkot Makassar-PMI Gencarkan Donor Darah Keliling Seluruh Kecamatan

MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Makassar merancang program donor darah bergilir di seluruh kelurahan.

Inisiatif ini bertujuan memastikan ketersediaan stok darah tidak hanya untuk kebutuhan warga Makassar, tetapi juga kawasan Indonesia Timur.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Rencana strategis tersebut dibahas dalam pertemuan pengurus PMI Makassar dengan Wali Kota Munafri Arifuddin di Balai Kota Makassar, Rabu (17/9).

Sekretaris PMI Makassar, Khudri Arsyad, menjelaskan bahwa Wali Kota Munafri mengusulkan agar donor darah dilaksanakan secara terjadwal di 153 kelurahan pada 15 kecamatan.

Dengan demikian, setiap wilayah memiliki peran aktif dalam menjaga ketersediaan stok darah secara berkesinambungan.

“Pak Wali Kota meminta kami menyiapkan desain dan draft kegiatan donor darah bergilir di seluruh kelurahan. Ini akan dituangkan dalam nota kesepahaman, sehingga stok darah bisa selalu terjaga,” ungkap Khudri.

Menurutnya, kebutuhan darah di Makassar mencapai 300–360 kantong per hari. Sementara kegiatan donor yang berjalan saat ini baru menghasilkan rata-rata 100–300 kantong per hari.

Tingginya jumlah pasien rujukan dari daerah lain seperti Kendari, Kalimantan, Timika, dan Ambon membuat permintaan darah semakin meningkat.

“Meski stok untuk warga Makassar relatif aman, tingginya permintaan dari luar daerah menuntut PMI terus menggiatkan kegiatan donor darah,” jelas Khudri.

Ia menambahkan, UPTD PMI Makassar memegang peran vital karena sudah bersertifikasi BPOM, sehingga menjadi pusat layanan darah rujukan di Indonesia Timur.

Sebagai Pelindung PMI Makassar, Wali Kota Munafri menegaskan dukungannya terhadap program donor darah bergilir. Menurutnya, kolaborasi pemerintah kota dan PMI bukan hanya seremoni, melainkan kebutuhan mendesak untuk menjamin keberlanjutan pasokan darah.

“Donor darah akan kita jadwalkan secara bergilir di seluruh kelurahan. Dengan begitu, setiap wilayah memiliki peran nyata dalam menjaga stok darah,” tegas Munafri.

Program ini juga dirancang menjadi agenda tetap Pemkot dan PMI Makassar. Selain memperkuat pasokan darah, kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong partisipasi masyarakat dari tingkat kelurahan.

Pertemuan ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT PMI ke-80. Dalam kesempatan itu, Munafri diundang menjadi inspektur upacara peringatan HUT PMI.

“Momentum HUT PMI ke-80 ini menjadi pemicu untuk mengaktivasi donor darah secara rutin demi memenuhi kebutuhan stok darah, tidak hanya untuk Makassar, tapi juga bagi kawasan Indonesia Timur,” tutup Khudri. (*)