Makassar

Wali Kota Makassar Dorong IMM Jadi Mitra Strategis Pemerintah dalam Pembangunan Kota

Tim Redaksi
×

Wali Kota Makassar Dorong IMM Jadi Mitra Strategis Pemerintah dalam Pembangunan Kota

Sebarkan artikel ini

Disampaikan saat menghadiri pembukaan Musyawarah Cabang (Muscab) XXXIV Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Makassar

Wali Kota Makassar Dorong Pengurus IMM Jadi Mitra Strategis Pembangunan Kota
Wali Kota Makassar Dorong Pengurus IMM Jadi Mitra Strategis Pembangunan Kota

MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya peran organisasi kepemudaan sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan kota.

Hal itu ia sampaikan saat menghadiri pembukaan Musyawarah Cabang (Muscab) XXXIV Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Makassar, di Ruang Sipakatau, Balai Kota Makassar, Jumat (17/10/2025).

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kehadiran Munafri disambut antusias oleh para kader IMM dari berbagai komisariat di Kota Makassar. Sebelumnya, kegiatan dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Wali Kota, Ahmad Nansum, yang mewakili Pemerintah Kota Makassar.

Dalam sambutannya, Munafri menuturkan bahwa IMM memiliki sejarah panjang dalam melahirkan kader-kader unggul dan kontributif, baik di ranah akademik, sosial, maupun kepemimpinan.

“IMM adalah salah satu organisasi mahasiswa yang punya tradisi kuat dalam mencetak generasi berintegritas. Saya ingin organisasi seperti ini menjadi mitra pemerintah dalam membangun Makassar,” ujarnya.

Kolaborasi Pemuda Jadi Kunci Pembangunan Kota

Munafri menegaskan bahwa arah pembangunan Kota Makassar tidak bisa hanya digerakkan oleh pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif generasi muda.

Karena itu, ia konsisten melibatkan anak muda dalam setiap proses kebijakan dan program prioritas Pemkot.

“Saya sangat konsen melibatkan anak-anak muda dalam pembangunan. Pikiran segar dan kritis dari IMM bisa jadi energi positif jika diarahkan dengan baik,” tegasnya.

Menurut Munafri, IMM memiliki kekuatan yang khas karena kadernya tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial dan kemampuan advokasi.

Ia berharap sikap kritis mahasiswa bisa berfungsi sebagai check and balance yang membangun, bukan sekadar oposisi.

Sejalan dengan Visi Mencerahkan Kota Makassar

Tema Muscab IMM kali ini, “Mencerahkan Kota Makassar”, mendapat apresiasi khusus dari Munafri.

Ia menilai tema tersebut selaras dengan semangat Pemerintah Kota untuk menghadirkan kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Ia mencontohkan sejumlah kegiatan IMM yang dinilai konstruktif, seperti program kemanusiaan, pengembangan daerah binaan, serta kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dijalankan secara berkelanjutan.

“Program IMM selama ini sangat relevan dengan visi Pemkot. Saya berharap Muscab kali ini melahirkan kepengurusan baru yang mampu memperkuat sinergi dan melahirkan terobosan baru,” tambahnya.

Sinergi Pemerintah dan Organisasi Kepemudaan

Dalam kesempatan yang sama, Munafri menekankan pentingnya membangun pola hubungan yang saling menguntungkan antara pemerintah dan organisasi kepemudaan.

“Kita ingin ada win-win solution. Pemerintah menyiapkan program pembangunan, sementara organisasi seperti IMM menghadirkan ide-ide segar yang memperkaya pelaksanaannya,” jelasnya.

Sebelum menutup sambutannya, Munafri menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader IMM atas peran aktif dan kolaborasi yang selama ini telah terjalin dengan Pemerintah Kota Makassar.

“Semoga Muscab ke-34 ini berjalan lancar dan menghasilkan pemimpin baru yang membawa IMM semakin relevan dan berdampak bagi masyarakat,” pungkasnya.

Ketua IMM Kota Makassar, Nasaruddin, menyampaikan bahwa Muscab kali ini menjadi momentum strategis bagi regenerasi pengurus dan peneguhan arah gerakan mahasiswa Muhammadiyah di tingkat kota.

“Muscab ke-34 ini menjadi forum regenerasi dan perumusan arah gerakan IMM Makassar. Kegiatan akan berlanjut di Pusdamwil Muhammadiyah Sulsel hingga Ahad (19/10),” ujarnya.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta akan membahas sejumlah agenda penting, termasuk pemilihan pimpinan baru dan penyusunan program kerja yang diharapkan mampu menjawab tantangan sosial di Kota Makassar. (*)