Berita

PT Vale dan KLHK Galang Gerakan Bersih Sungai Cipinang, 56 Ton Sampah Diangkat dari Aliran Sungai

Tim Redaksi
×

PT Vale dan KLHK Galang Gerakan Bersih Sungai Cipinang, 56 Ton Sampah Diangkat dari Aliran Sungai

Sebarkan artikel ini
PT Vale dan KLHK Galang Gerakan Bersih Sungai Cipinang, 56 Ton Sampah Diangkat dari Aliran Sungai
PT Vale dan KLHK Galang Gerakan Bersih Sungai Cipinang, 56 Ton Sampah Diangkat dari Aliran Sungai

JAKARTA — Sungai bukan sekadar aliran air, melainkan urat nadi kehidupan kota dan penentu masa depan lingkungan.

Dengan semangat itu, PT Vale Indonesia Tbk, bagian dari Grup Mining Industry Indonesia (MIND ID), berkolaborasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam Gerakan Bersih Sungai Cipinang 2025 — sebuah inisiatif nasional untuk memulihkan kualitas air dan menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga sungai.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Program ini digagas di bawah arahan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, dan telah menggerakkan energi kolektif lintas komunitas di wilayah Jakarta Timur dan Depok.

Sejak diluncurkan, 225 relawan dari Komunitas Sungai Cipinang telah turun langsung membersihkan empat segmen utama aliran sungai, mengangkat lebih dari 56 ton sampah dari badan dan bantaran sungai.

Selain aksi lapangan, kegiatan ini juga mencakup pemasangan 19 unit trashboom dan CCTV pemantau sampah di titik strategis untuk mencegah pencemaran.

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, sepanjang September 2025 beban sampah di Sungai Cipinang mencapai 302 ton, menegaskan urgensi aksi kolaboratif lintas pihak.

“Sungai adalah urat nadi kota yang harus dijaga bersama. Pengukuhan Komunitas Sungai Cipinang bukan akhir, tetapi awal dari gerakan panjang menjaga air bersih, mengurangi risiko banjir, dan membangun budaya baru bagi kota-kota kita,” ujar Hanif Faisol Nurofiq, Minggu (19/10/2025).

Air Sebagai Sumber Kehidupan

KLHK menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sungai tidak hanya bertumpu pada teknologi, melainkan juga pada kedisiplinan dan partisipasi masyarakat.

Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Dr. Rasio “Roy” Ridho Sani, menyoroti pentingnya integritas dan penegakan hukum dalam menjaga kualitas air.

“Kita tidak bisa bicara pengelolaan tanpa penegakan hukum. Disiplin lingkungan harus dimulai dari individu hingga institusi. Gerakan ini membuktikan bahwa sinergi pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dapat menghasilkan dampak nyata,” ujarnya.

Bagi PT Vale Indonesia, keterlibatan dalam gerakan ini merupakan wujud komitmen jangka panjang terhadap keberlanjutan dan pelestarian sumber daya air.

Perusahaan tambang nikel yang beroperasi di Sulawesi Selatan ini menggunakan 100% energi terbarukan dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dalam kegiatan operasionalnya.

“Air adalah sumber kehidupan, bukan hanya bagi tambang, tetapi juga bagi masyarakat. Gerakan ini sejalan dengan filosofi Vale bahwa setiap tetes air harus dijaga dan dikembalikan lebih bersih,” tutur Budiawansyah, Director & Chief of Sustainability and Corporate Affairs Officer (CSCAO) PT Vale Indonesia Tbk.

“Kami bangga menjadi bagian dari inisiatif KLHK dalam memperkuat budaya peduli sungai,” lanjutnya.

Gerakan Bersih Sungai Cipinang

Semangat Hijau Mengalir ke Seluruh Negeri

Gerakan Bersih Sungai Cipinang akan terus berlanjut di wilayah Depok dan Jakarta Timur dengan agenda lanjutan berupa aksi bersih sungai, pelatihan komunitas, dan sosialisasi aplikasi Peduli Lingkungan yang dikembangkan untuk memperkuat sistem pemantauan berbasis masyarakat.

Program ini diharapkan menjadi model kolaborasi publik-swasta-komunitas (public–private–community partnership) yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di daerah lain di Indonesia.

Pada 19 Oktober 2025, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol memimpin langsung rapat evaluasi di Depok bersama perwakilan pemerintah daerah, DPRD, dan komunitas sungai.

Pertemuan tersebut menekankan pentingnya kesinambungan gerakan serta penguatan kapasitas komunitas lokal untuk menjaga kebersihan dan fungsi ekologis Sungai Cipinang.

Dalam forum tersebut, PT Vale kembali menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program pemulihan lingkungan dan literasi air melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis sains.

MIND ID: Hilirisasi Harus Sejalan dengan Kelestarian Alam

Sementara itu, Corporate Secretary MIND ID, Pria Utama, menegaskan bahwa sungai memiliki peran vital tidak hanya sebagai sumber air, tetapi juga sebagai penopang keberlanjutan industri dan kehidupan masyarakat.

“Sungai bukan sekadar aliran air, tetapi sumber kehidupan dan energi yang menopang berbagai aktivitas, termasuk industri pertambangan nasional. Hilirisasi yang dijalankan Grup MIND ID bukan hanya soal nilai tambah ekonomi, tetapi juga bagaimana kemajuan industri berjalan berdampingan dengan kelestarian alam,” jelas Pria.

Ia menambahkan, semangat kolaborasi seperti yang ditunjukkan melalui Gerakan Bersih Sungai Cipinang harus terus dijaga agar sungai-sungai di Indonesia dapat “terus hidup dan menghidupi.”

“Dengan kolaborasi seperti ini, kami ingin memastikan sungai menjadi energi bagi pembangunan peradaban masa depan,” tutupnya.

Gerakan Bersih Sungai Cipinang kini menjadi simbol harapan dan perubahan budaya lingkungan perkotaan.

Dari setiap karung sampah yang diangkat, setiap relawan yang bergerak, hingga setiap tetes air yang kembali jernih, pesan yang disampaikan tetap sama: perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan bersama. (*)