MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat upaya pemerataan layanan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil dan kepulauan.
Salah satu program unggulan yang menunjukkan dampak signifikan adalah Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB), yang digagas pada masa kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, Evi Mustikawati Arifin, menegaskan bahwa program PKB berjalan sangat baik dan mendapat sambutan positif di lapangan.
Menurutnya, inisiatif ini telah menjadi solusi nyata dalam menghadirkan layanan kesehatan dasar bagi warga yang berada jauh dari fasilitas kesehatan tetap.
“Program PKB telah mampu menjangkau masyarakat di daerah-daerah terpencil yang sebelumnya sulit mengakses layanan kesehatan. Setiap kunjungan tim PKB selalu disambut dengan antusias,” kata Evi.
Hingga November, pelaksanaan PKB telah menjangkau tujuh lokus pelayanan di wilayah kepulauan, masing-masing berada di Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep) dan Kabupaten Kepulauan Selayar.
Empat puskesmas di wilayah Pangkep menjadi sasaran layanan, yakni Pulau Sabutung, Liukang Tupabiring, Liukang Tangayya, dan Pulau Sarappo.
Sementara di Selayar, layanan diberikan di Pulau Benteng Jampea, Pulau Ujung Jampea, dan Pulau Pasilambena.
Dari seluruh lokasi tersebut, tercatat 3.979 warga telah mendapatkan layanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan umum, imunisasi, kesehatan ibu dan anak, gizi, hingga layanan gigi dan mulut.
Di Pangkep, jumlah pasien yang tertangani masing-masing di Pulau Sabutung sebanyak 733 jiwa, Liukang Tupabiring 521 jiwa, Liukang Tangayya 528 jiwa, dan Pulau Sarappo 379 jiwa.
Sedangkan di Selayar, Pulau Benteng Jampea melayani 757 warga, Pulau Ujung Jampea 638 warga, dan Pulau Pasilambena 423 warga.
“Angka ini terus meningkat seiring bertambahnya wilayah yang dijangkau. Ini bukti bahwa program PKB memang dibutuhkan dan diterima dengan baik oleh masyarakat,” ujar Evi.
Keberhasilan program ini turut ditopang oleh kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan.
Ratusan tenaga kesehatan — mulai dari dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, hingga tenaga farmasi — terlibat dalam pelaksanaan PKB dan tersebar di berbagai wilayah terpencil dan perbatasan.
Setiap wilayah dibekali tim sesuai kebutuhan lapangan untuk memastikan layanan berjalan optimal.
Setiap tahapan pelaksanaan PKB dikerahkan tim khusus berisi sepuluh orang, terdiri dari empat dokter spesialis (Spesialis Penyakit Dalam, Spesialis Anak, Spesialis Kebidanan/Obgyn, dan Spesialis Gigi dan Mulut), ditambah perawat, tenaga administrasi, petugas kefarmasian, dan koordinator lapangan.
Tim ini merupakan kolaborasi antara Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, rumah sakit daerah, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep dan Kepulauan Selayar.
Melalui sinergi lintas sektor dan perluasan wilayah layanan, Pemprov Sulsel berharap Pelayanan Kesehatan Bergerak dapat terus memperkuat pemerataan akses kesehatan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah kepulauan. (*)


























