LUWU TIMUR — Setelah sukses menyelenggarakan Program Vocational Short-term Training (VST) bekerja sama dengan Pemerintah Daerah, PT Vale Indonesia Tbk memastikan program peningkatan keterampilan tersebut akan kembali dilaksanakan pada tahun 2026.
Rencana tersebut disampaikan Manager Operational Readiness of Sorowako Limonite (Sorlim) Ore Project PT Vale, Agung Nugroho Sriwidodo, dalam acara penutupan VST Batch II di Politeknik Sorowako, Jumat (12/12/2025).
“Kami akan berkoordinasi kembali dengan Departemen External untuk mematangkan program ini. Harapan kami, program VST tidak hanya dilaksanakan sekali, tetapi bisa kembali dicanangkan tahun depan. Kami juga akan membuka peluang bagi mereka yang sebelumnya belum berkesempatan mengikuti program ini,” ujar Agung.
Agung menegaskan, program VST merupakan bagian dari komitmen PT Vale dalam mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) lokal, khususnya di wilayah pemberdayaan perusahaan.
Hal senada disampaikan Direktur External Relations PT Vale Indonesia, Yusri Yunus. Ia berharap ke depan program VST dapat menjangkau lebih banyak peserta dan membuka lebih banyak jurusan atau keterampilan sesuai kebutuhan dunia industri.
“Program ini tidak akan pernah sukses tanpa kerja sama berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kabupaten, Politeknik Sorowako, Sorlim Project, hingga External Relations. Ke depan, program ini akan kembali dilaksanakan, dengan harapan jumlah batch dan jurusannya bisa lebih banyak,” kata Yusri.
Yusri juga mengapresiasi para peserta yang telah menyelesaikan pendidikan keahlian singkat selama tiga bulan melalui program VST.
“Saat ini para peserta sudah memegang sertifikat dan memiliki keterampilan dari pelatihan ini. Itu merupakan modal penting untuk menghadapi dunia kerja,” tambahnya.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur yang diwakili Kepala Bidang Ketenagakerjaan Dinas Ketenagakerjaan Luwu Timur, Hariadi Hamid, menilai program VST sangat strategis dalam mempersiapkan tenaga kerja lokal menghadapi pesatnya perkembangan industri di daerah tersebut.
“Harapan kami, masyarakat Luwu Timur tidak lagi hanya menjadi penonton di kampungnya sendiri. Dengan pelatihan seperti ini, tenaga kerja kita bukan hanya non-skill, tetapi memiliki keterampilan yang menjadi nilai jual di mata investor dan perusahaan yang masuk,” tegas Hariadi.
Direktur Politeknik Sorowako, Harjuma, menjelaskan bahwa VST Batch II diikuti oleh 42 peserta, yang terdiri dari 20 peserta jurusan Komputer Desain, 12 peserta jurusan Listrik, dan 10 peserta jurusan Pengelasan. Seluruh peserta mengikuti pelatihan selama 12 minggu.
“Peserta mendapatkan pembekalan teori selama dua minggu, dilanjutkan praktikum tujuh minggu, On The Job Training (OJT) dua minggu, dan ditutup dengan uji kompetensi,” jelas Harjuma.
Menurutnya, OJT menjadi bagian penting untuk memberikan gambaran nyata kepada peserta mengenai kondisi lapangan dan dunia kerja yang sesungguhnya.
“Dari pelatihan selama tiga bulan ini, peserta memperoleh pengetahuan, keterampilan, wawasan lapangan, serta sertifikat sebagai bukti kompetensi. Semoga ini menjadi awal kesuksesan bagi para peserta VST,” pungkas Harjuma. (*)


























