MAROS – Pemerintah Kabupaten Maros memperkuat strategi pembangunan sumber daya manusia (SDM) dengan menitikberatkan perhatian pada pendidikan anak usia dini sebagai fondasi utama menghadapi bonus demografi di masa mendatang.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Training of Trainer (ToT) Program Anakku Sehat dan Cerdas atau Early Childhood Care, Nutrition, and Education (ECCNE) dalam rangka implementasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Holistik Integratif tingkat Kabupaten Maros.
Pelatihan yang berlangsung secara luring dan daring pada 30 Juni hingga 1 Juli 2026 di Gedung Serbaguna Maros itu merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Maros dengan SEAMEO RECFON untuk memperkuat kualitas layanan pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan anak usia dini.
Bupati Maros A.S. Chaidir Syam menegaskan bahwa investasi pada pendidikan anak usia dini merupakan langkah strategis untuk melahirkan generasi yang berkualitas.
Menurutnya, pembangunan SDM tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan harus dimulai sejak anak berada pada masa emas pertumbuhan.
“Pembangunan SDM itu memang tidak murah. Di negara maju, anak-anak sudah dievaluasi dan dideteksi minat bakatnya sejak di bangku PAUD, lalu difasilitasi oleh negara. Pendidikan anak usia dini adalah fondasi awal. Jika fondasinya rapuh, maka masa depan bangsa gampang runtuh,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Ia mengungkapkan, sekitar 52 persen penduduk Kabupaten Maros saat ini berada pada usia produktif antara 10 hingga 30 tahun.
Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang besar yang harus dipersiapkan melalui pembangunan kualitas manusia sejak usia dini agar bonus demografi dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah.
Bupati juga mengingatkan bahwa proses pembelajaran di PAUD seharusnya lebih mengutamakan pembentukan karakter, etika, serta kebiasaan hidup yang baik dibandingkan mengejar kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung).
“Anak-anak perlu dibiasakan menghormati orang tua, menjaga kebersihan, dan memiliki etika dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai dasar seperti inilah yang harus menjadi prioritas pendidikan di PAUD,” katanya.
Ketua panitia, Hadijah, S.Pd.AUD., M.Pd., menjelaskan pelatihan diikuti 280 peserta yang terdiri atas kepala taman kanak-kanak, pengelola kelompok bermain, dan guru PAUD dari seluruh Kabupaten Maros.
Menurutnya, pelatihan bertujuan meningkatkan kapasitas pendidik agar mampu mengintegrasikan aspek pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, serta perlindungan anak secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran.
Kegiatan tersebut menghadirkan para Master of Trainer ECCNE Kabupaten Maros bersama narasumber dari berbagai instansi, antara lain Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Bapperida, DP3A-Dalduk KB, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kantor Kementerian Agama, Poltekkes Kementerian Kesehatan, serta sejumlah organisasi mitra.
Melalui Program ECCNE, Pemerintah Kabupaten Maros berharap layanan PAUD semakin mampu mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh, mulai dari aspek fisik, kognitif, bahasa, sosial, emosional, hingga pembentukan karakter.
Program ini juga diharapkan berkontribusi dalam upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas generasi masa depan.
Mengakhiri sambutannya, Bupati Maros menyampaikan apresiasi kepada SEAMEO RECFON dan seluruh organisasi perangkat daerah yang terlibat dalam pelaksanaan program tersebut. Ia optimistis sinergi lintas sektor akan memperkuat kualitas pendidikan anak usia dini sekaligus melahirkan generasi Maros yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. (*)




















