Berita

FKM Unhas Fasilitasi Pelatihan Healthy City bagi Mahasiswa S2 AKK Universitas Mulawarman

Tim Redaksi
×

FKM Unhas Fasilitasi Pelatihan Healthy City bagi Mahasiswa S2 AKK Universitas Mulawarman

Sebarkan artikel ini
Pelatihan Healthy City oleh CIHCS FKM Universitas Hasanuddin
Pelatihan Healthy City oleh CIHCS FKM Universitas Hasanuddin

MAKASSAR – Pelatihan Healthy City yang digelar di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, menjadi ajang penguatan kapasitas bagi mahasiswa Program Magister (S2) Administrasi dan Kebijakan Kesehatan (AKK) Universitas Mulawarman.

Peserta berasal dari kalangan praktisi kesehatan, mulai dari kepala puskesmas, staf puskesmas, hingga aparatur Dinas Kesehatan di berbagai daerah.

Kegiatan ini dirancang untuk memperdalam pemahaman konseptual sekaligus praktis terkait penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat di Indonesia.

Sepanjang pelatihan, para mahasiswa terlibat aktif dalam diskusi dan pembelajaran, didampingi oleh dosen pendamping akademik, Dr. Ratno Adrianto, S.KM., M.Kes., yang memfasilitasi proses refleksi dan integrasi materi dengan pengalaman lapangan peserta.

Pelatihan resmi dimulai pada Senin, 12 Januari 2026, diawali dengan registrasi dan pembukaan di lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin.

Pada malam harinya, kegiatan berlanjut di Hotel Convention Universitas Hasanuddin dengan sambutan Dekan FKM Unhas, Prof. Sukri Palutturi, SKM, M.Kes., MSc.PH, Ph.D.

Dalam sambutannya, Prof. Sukri menekankan bahwa pengembangan konsep Kota Sehat menuntut kesiapan sumber daya manusia yang memahami keterkaitan antara kebijakan, tata kelola, dan partisipasi masyarakat.

Ia menegaskan peran strategis perguruan tinggi dalam mendukung pemerintah daerah melalui pendidikan dan pelatihan berbasis bukti.

Menurutnya, Healthy City tidak semata menyangkut lingkungan fisik, melainkan integrasi kebijakan lintas sektor untuk mewujudkan kota dan permukiman yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.

Sesi utama pada malam pertama diisi dengan pemaparan mengenai Healthy Cities sebagai salah satu setting penting dalam pembangunan kesehatan. Materi ini menjadi landasan konseptual bagi peserta sebelum memasuki tahapan pembelajaran berbasis praktik.

Memasuki hari kedua, Selasa, 13 Januari 2026, pelatihan difokuskan pada aspek implementasi di tingkat daerah. Peserta mendapatkan materi Penilaian Penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat di Indonesia yang disampaikan oleh Muslim Rasyid, Ketua Forum Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Provinsi Sulawesi Selatan.

Materi tersebut membahas kerangka penilaian, indikator capaian, serta mekanisme evaluasi yang digunakan dalam menilai kinerja daerah.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi pembelajaran mengenai penyelenggaraan Kota Sehat di Kota Makassar. Pada sesi ini, peserta memperoleh gambaran empiris tentang praktik baik, inovasi lokal, serta strategi kolaborasi lintas sektor yang telah diterapkan untuk menjaga keberlanjutan program Kota Sehat.

Keterlibatan mahasiswa S2 AKK Universitas Mulawarman yang sehari-hari berkecimpung di puskesmas dan Dinas Kesehatan memberi nilai tambah tersendiri bagi pelatihan ini. Selain sebagai forum transfer pengetahuan, kegiatan ini juga menjadi ruang integrasi antara penguatan kapasitas akademik dan pengalaman praktik lapangan.

Sinergi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan analisis kebijakan, memperkuat implementasi program kesehatan di tingkat layanan primer dan daerah, serta berkontribusi nyata dalam pembangunan kota dan permukiman yang sehat, aman, tangguh, dan berkelanjutan. (*)