Berita

FKM Unhas Turunkan 260 Mahasiswa PBL 2 ke Soppeng, Fokus Aset dan Solusi Kesehatan

Tim Redaksi
×

FKM Unhas Turunkan 260 Mahasiswa PBL 2 ke Soppeng, Fokus Aset dan Solusi Kesehatan

Sebarkan artikel ini
FKM Unhas Lepas 260 Mahasiswa PBL 2 di Kabupaten Soppeng
FKM Unhas Lepas 260 Mahasiswa PBL 2 di Kabupaten Soppeng

MAKASSAR — Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin (Unhas) secara resmi melepas sebanyak 260 mahasiswa untuk mengikuti Praktik Belajar Lapangan (PBL) 2 di Kabupaten Soppeng, Senin (05/01).

Kegiatan ini mengusung tema “Eksplorasi Aset dan Pemecahan Masalah” dan akan berlangsung selama 14 hari, mulai 5 hingga 19 Januari 2026.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

PBL 2 dilaksanakan pada 8 kecamatan di Kabupaten Soppeng dengan sebaran 36 posko, sebagai bagian dari pembelajaran lapangan berbasis pengembangan masyarakat.

Prosesi pelepasan diawali dengan laporan Ketua Pengelola PBL, Dian Saputra Marzuki, S.KM., M.Kes, yang memaparkan gambaran umum pelaksanaan kegiatan, distribusi lokasi posko, serta penekanan substansi PBL 2 sebagai model pembelajaran berbasis aset komunitas.

Kegiatan kemudian secara resmi dibuka dan dilepas oleh Dekan FKM Unhas, Prof. Sukri Palutturi, S.KM., M.Kes., M.ScPH., Ph.D, didampingi para Wakil Dekan serta para supervisor yang akan mendampingi mahasiswa di masing-masing posko.

Dalam sambutannya, Prof. Sukri Palutturi menegaskan bahwa PBL 2 merupakan ruang pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan kompetensi akademik dengan realitas sosial di masyarakat.

“PBL 2 tidak hanya melatih kemampuan teknis mahasiswa, tetapi juga memperkuat analisis situasi, komunikasi dengan pemangku kepentingan, serta perumusan strategi pemecahan masalah kesehatan masyarakat yang realistis dan dapat ditindaklanjuti,” ujarnya.

Secara substansi, PBL 2 FKM Unhas di Kabupaten Soppeng menitikberatkan pada pendekatan pengembangan masyarakat berbasis aset (asset-based community development).

Mahasiswa akan melakukan pemetaan potensi dan sumber daya lokal, penetapan masalah prioritas, analisis akar masalah, serta penyusunan rekomendasi program atau aksi yang mempertimbangkan kapasitas lokal, kolaborasi lintas sektor, dan keberlanjutan implementasi.

Melalui kegiatan ini, FKM Unhas juga memperkuat kemitraan dengan pemerintah daerah, perangkat kecamatan, kelurahan, dan desa, serta berbagai pemangku kepentingan setempat dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Dengan sebaran 36 posko di 8 kecamatan, mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan luaran yang terukur, mulai dari peta aset komunitas, rumusan masalah kesehatan prioritas, hingga rancangan solusi berbasis bukti dan partisipasi masyarakat yang akan didiskusikan melalui forum focus group discussion (FGD).

FKM Unhas menegaskan pentingnya pendampingan akademik selama pelaksanaan PBL 2.

Para supervisor posko akan memastikan proses pembelajaran berjalan sesuai pedoman, menjaga mutu luaran kegiatan, serta mengawal etika kerja lapangan agar keterlibatan mahasiswa tetap menghormati norma dan dinamika sosial masyarakat setempat. (*)