Berita

Mahasiswa PBL II FKM Unhas Mulai Pemetaan Aset Kesehatan di Kelurahan Pajalesang Soppeng

Tim Redaksi
×

Mahasiswa PBL II FKM Unhas Mulai Pemetaan Aset Kesehatan di Kelurahan Pajalesang Soppeng

Sebarkan artikel ini
Seminar Awal PBL 2 FKM Unhas di Soppeng

SOPPENG — Pelaksanaan Praktik Belajar Lapangan (PBL) II FKM Universitas Hasanuddin (Unhas) di Kelurahan Pajalesang, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng, resmi dimulai melalui Seminar Awal yang digelar di Kantor Kelurahan Pajalesang, Selasa (6/1/2026) siang.

Kegiatan ini menjadi titik awal rangkaian PBL II yang menitikberatkan pada pemetaan aset masyarakat secara menyeluruh sebagai dasar perumusan strategi pemecahan masalah kesehatan berbasis kebutuhan lokal.

Sebanyak tujuh mahasiswa dari berbagai departemen kesehatan terlibat dalam Posko PBL II Kelurahan Pajalesang.

Mereka berada di bawah supervisi Dr. Indra Fajarwati Ibnu, SKM., MA, dan berasal dari latar belakang keilmuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Epidemiologi, serta Kesehatan Lingkungan.

Seminar awal ini turut dihadiri sekitar 10 peserta yang mewakili unsur pemerintah kelurahan dan masyarakat, antara lain Kepala Kelurahan Pajalesang, Babinsa, tokoh masyarakat, Ketua RT/RW, kader posyandu, serta warga setempat. Kehadiran lintas elemen ini diharapkan memperkuat pendekatan partisipatif dalam seluruh tahapan PBL II.

Kepala Kelurahan Pajalesang, Andi Iskandar Amri, S.Sos., dalam sambutannya menekankan bahwa PBL II tidak hanya berfokus pada identifikasi persoalan kesehatan, tetapi juga menggali potensi dan kekuatan yang dimiliki masyarakat.

“Melalui PBL II ini, mahasiswa tidak hanya mencari masalah, tetapi juga menelusuri akar penyebab serta memetakan sumber daya yang ada. Dengan pendekatan partisipatif, masyarakat diharapkan mampu melihat potensi yang dimiliki sebagai bagian dari solusi,” ujarnya.

Koordinator kegiatan menjelaskan bahwa PBL II akan dilaksanakan melalui sejumlah tahapan, mulai dari seminar awal, analisis akar penyebab masalah menggunakan metode fishbone analysis, pemetaan aset melalui observasi, wawancara, dan diskusi, hingga rekapitulasi, validasi aset, dan seminar akhir.

Pendekatan ini diharapkan menghasilkan gambaran komprehensif tentang kondisi kesehatan masyarakat sekaligus potensi lokal yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung program promotif dan preventif.

Kegiatan PBL II di Kelurahan Pajalesang juga selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya Tujuan 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

Pemetaan aset dan pemberdayaan komunitas menjadi strategi penting dalam mendorong peningkatan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

Dengan dimulainya rangkaian PBL II ini, diharapkan kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dapat menghasilkan rekomendasi program kesehatan yang lebih tepat sasaran, kontekstual, dan berdampak nyata bagi peningkatan derajat kesehatan warga Kelurahan Pajalesang. (*)