Berita

HUT ke-66 Kolaka, PT Vale Tancap Gas Revitalisasi Pasar dan Bangun Nursery Terintegrasi

Tim Redaksi
×

HUT ke-66 Kolaka, PT Vale Tancap Gas Revitalisasi Pasar dan Bangun Nursery Terintegrasi

Sebarkan artikel ini
PT Vale Tancap Gas Revitalisasi Pasar dan Bangun Nursery Terintegrasi di Kolaka
PT Vale Tancap Gas Revitalisasi Pasar dan Bangun Nursery Terintegrasi di Kolaka

KOLAKA — Peringatan Hari Jadi Kabupaten Kolaka ke-66, 28 Februari 2026, menjadi panggung penting bagi penguatan arah pembangunan daerah.

Pada momentum ini, PT Vale Indonesia Tbk melalui Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa menandai dua langkah strategis sekaligus: revitalisasi Pasar Sentral Mekongga dan peresmian nursery terintegrasi dengan Kebun Raya Kolaka.

ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dua proyek tersebut bukan sekadar seremoni infrastruktur. Pemerintah daerah dan perusahaan menempatkannya sebagai simbol kolaborasi untuk memperkuat ekonomi rakyat sekaligus memastikan keberlanjutan lingkungan.

Revitalisasi Pasar Mekongga

Pasar Sentral Mekongga selama ini dikenal sebagai pusat distribusi utama komoditas harian di Kolaka, menyuplai sedikitnya enam pasar tradisional di wilayah tersebut.

Posisi strategis ini menjadikan pasar sebagai salah satu penggerak utama ekonomi lokal. Revitalisasi dilakukan di atas lahan 7,55 hektare dengan 38 blok fungsional.

Konsepnya dirancang lebih modern, higienis, tertata, dan ramah lingkungan, tanpa menghilangkan karakter pasar tradisional. Investasi yang diproyeksikan mencapai sekitar Rp200 miliar itu ditargetkan rampung dalam tiga tahun.

Presiden Direktur PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, menegaskan bahwa pembangunan ini berorientasi pada dampak ekonomi jangka panjang.

“Bukan hanya menghadirkan secara fisik sebuah pasar, tetapi membangun kehidupan ekonomi yang benar-benar berdaya. Karena itu desainnya juga mencakup fasilitas pengolahan sampah,” ujarnya dalam peresmian revitalisasi pasar.

Bupati Kolaka, H. Amri, menyebut revitalisasi tersebut sebagai langkah strategis untuk menciptakan sarana perdagangan yang lebih representatif, aman, dan nyaman bagi pedagang maupun pembeli. Ia berharap penataan kios dan los yang lebih tertib dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih kompetitif.

Langkah ini berlangsung di tengah capaian investasi Kolaka yang terus meningkat. Pada 2025, realisasi investasi daerah tercatat sekitar Rp19,36 triliun, melampaui target pemerintah daerah, dengan sektor industri logam dasar dan pertambangan sebagai kontributor utama.

IGP Pomalaa sendiri merupakan proyek strategis nasional dengan nilai sekitar Rp67,5 triliun atau setara ±US$4,29 miliar.

Proyek ini dirancang untuk pengembangan pertambangan dan pengolahan nikel terintegrasi, mendukung agenda hilirisasi nasional serta memperkuat posisi Sulawesi Tenggara sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Sejak memasuki fase konstruksi, proyek tersebut telah menyerap lebih dari 2.500 tenaga kerja, menggerakkan rantai pasok lokal termasuk UMKM, serta meningkatkan kontribusi terhadap penerimaan daerah.

Seluruhnya dijalankan dengan pendekatan Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai fondasi bisnis jangka panjang perusahaan.

Nursery dan Kebun Raya

Selain penguatan ekonomi, perusahaan juga meresmikan nursery seluas 5 hektare di Kecamatan Tanggetada yang terintegrasi dengan kawasan Kebun Raya Kolaka seluas total 59 hektare.

Fasilitas ini memiliki kapasitas produksi hingga 1 juta bibit per tahun, mencakup tanaman cepat tumbuh, flora endemik Sulawesi Tenggara, tanaman buah, hingga tanaman hias.

Bernardus menekankan bahwa pembangunan pusat pembibitan tersebut merupakan bagian dari komitmen reklamasi dan rehabilitasi lahan pascatambang.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah pembangunan membawa manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang,” katanya.

Nursery ini juga dirancang sebagai pusat edukasi lingkungan dan konservasi biodiversitas yang dapat dimanfaatkan pelajar dan masyarakat umum.

Bupati Kolaka menyampaikan apresiasi atas kontribusi tersebut. Ia menilai sinergi pemerintah daerah dan sektor usaha menjadi fondasi penting dalam membangun Kolaka yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Momentum Hari Jadi ke-66 Kabupaten Kolaka pun menjadi penanda bahwa arah pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada pertumbuhan industri, tetapi juga pada penguatan ekonomi rakyat dan pelestarian lingkungan.

Melalui IGP Pomalaa, PT Vale menegaskan bahwa investasi industri bukan semata soal produksi dan angka, melainkan juga tentang warisan sosial dan ekologis yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Kolaka dan Sulawesi Tenggara. (*)